Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar strategis ekonomi nasional, namun pelaku industri kuliner sering menghadapi tantangan operasional kompleks berupa keterbatasan jangkauan pemasaran dan rendahnya kualitas informasi akuntansi yang menghambat daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Indeks Penguatan Usaha UMKM di Kelurahan Jimbaran sebagai instrumen evaluasi kinerja dan daya saing secara terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksploratif dengan teknik analisis faktor untuk mengidentifikasi variabel laten berdasarkan persepsi pelaku usaha. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dari 27 responden menggunakan teknik purposive sampling dan selanjutnya diuji reliabilitasnya menggunakan Cronbach’s Alpha guna menjamin objektivitas model. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya satu faktor utama yang mampu menjelaskan 44,5% variasi data dengan tingkat stabilitas instrumen yang sangat tinggi. Temuan mengungkapkan bahwa efektivitas sistem konsinyasi dan kualitas hubungan pelanggan menjadi indikator paling dominan dalam memperkuat posisi tawar bisnis lokal. Secara keseluruhan, indeks yang dihasilkan berfungsi sebagai alat ukur prestasi manajemen yang efektif dalam memitigasi risiko manajerial dan kendala administrasi yang menghambat pertumbuhan. Sinergi antara strategi pemasaran yang ekspansif dan kedisiplinan pencatatan terbukti sangat krusial dalam menjamin keberlanjutan usaha. Model indeks ini memberikan sumbangsih praktis berupa basis data andal bagi pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan pengembangan bisnis yang lebih relevan dengan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan.
Copyrights © 2026