Penelitian ini berlandaskan pada tuntutan transformasi pendidikan di era Revolusi Industri Keempat, yang mendorong adopsi pendekatan pembelajaran mendalam. Namun, pengajaran IPAS di sekolah dasar masih didominasi oleh metode hafalan dengan sedikit peluang untuk eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran mendalam dalam pengajaran IPAS kelas empat di sebuah sekolah dasar Islam di Jakarta Timur, dengan penekanan khusus pada keselarasan antara perencanaan pembelajaran dan praktik kelas. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan analisis dokumen yang melibatkan dua guru sebagai informan utama. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo 15 melalui teknik pengkodean selektif dan matriks. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran mendalam sangat bergantung pada kompetensi guru dan peran strategis mereka sebagai perancang pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian ini berkontribusi dengan secara empiris mengungkapkan kesenjangan antara rencana pembelajaran (RPM) dan praktik kelas, yang mengakibatkan tujuan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) tidak tercapai secara optimal karena dominasi media pembelajaran pasif dan aktivitas eksperimental yang terbatas. Temuan ini menekankan pentingnya konsistensi pedagogis guru yang didukung oleh ketersediaan fasilitas pembelajaran yang memadai.
Copyrights © 2026