Infeksi luka pasca-laparotomi merupakan komplikasi serius yang sering terjadi, diperparah oleh rendahnya pengetahuan pasien dan keluarga mengenai perawatan luka yang adekuat. Kasus laparotomi di Poliklinik Bedah RSUD Dr. Moewardi Surakarta mencapai 70 kasus per minggu dengan rendahnya pengetahuan pasien dan keluarga tentang proses penyembuhan luka (90%), tanda infeksi (78%), serta nutrisi penyembuhan (84%) berdasarkan wawancara terhadap 50 responden, sehingga berisiko komplikasi seperti infeksi dan keterlambatan penyembuhan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan, dengan metode pre-test, presentasi materi, demonstrasi perawatan luka, diskusi, dan post-test pada 47 peserta, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dari kategori rendah/sedang menjadi baik pada seluruh peserta (p<0,05; 41 positive ranks tanpa penurunan skor), efektif mengatasi miskonsepsi budaya nutrisi protein dan meningkatkan kemandirian perawatan mandiri. Kesimpulan bahwa pendidikan berbasis demonstrasi terbukti efektif menurunkan risiko komplikasi luka post-laparotomi dan direkomendasikan sebagai intervensi rutin.
Copyrights © 2026