Tanaman obat mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid yang dikenal memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan antikanker. Namun, penggunaan senyawa-senyawa ini dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan efek toksik terhadap organ vital seperti hati, ginjal, jantung, dan sistem darah. Artikel ini bertujuan untuk meninjau sejumlah studi ilmiah terkini (2020–2025) yang mengevaluasi toksisitas akut dan subkronis dari senyawa fitokimia tanaman menggunakan berbagai media uji, termasuk tikus Wistar, tikus Sprague-Dawley, dan Artemia salina. Berdasarkan hasil review terhadap sepuluh artikel, ditemukan bahwa beberapa tanaman seperti Camelina sativa, Ridolfia segetum, dan Arbutus unedo menunjukkan toksisitas rendah dan aman pada dosis tertentu. Sebaliknya, ekstrak tanaman seperti Persea americana, Ziziphus spina-christi, dan Rhubarb menunjukkan efek toksik yang signifikan terhadap organ-organ penting, terutama pada dosis tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi toksikologi yang menyeluruh untuk memastikan keamanan penggunaan senyawa fitokimia sebelum diaplikasikan secara luas dalam bidang farmasi maupun pengobatan tradisional.
Copyrights © 2026