Pembelajaran kimia di SMA, khususnya pada topik senyawa organik dan makromolekul, sering kali menantang karena sifat materi yang kompleks dan abstrak. Penelitian ini menganalisis strategi dan perencanaan yang digunakan oleh guru kimia kelas XII melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari wawancara dengan lima guru kimia di berbagai SMA di Indonesia. Hasil menunjukkan penggunaan berbagai strategi pembelajaran, seperti ceramah, Discovery Learning, Problem Based Learning, Project Based Learning, Inquiry Learning, serta pemanfaatan teknologi digital. Tantangan utama mencakup rendahnya minat siswa, keterbatasan waktu, dan kesulitan memahami konsep. Untuk mengatasi hal tersebut, guru menerapkan pendekatan personal, kolaborasi lintas mata pelajaran, dan media interaktif seperti smartbook, molymod, dan aplikasi digital. Secara umum, strategi ini dinilai cukup efektif karena berdampak positif pada hasil belajar siswa. Penelitian merekomendasikan penguatan strategi berbasis teknologi dan kontekstual serta pelatihan guru dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
Copyrights © 2026