Kebutuhan informasi mengenai batimetri sangat diperlukan oleh aktivitas yang berada di wilayah dekat dengan pantai. Pada umumnya pengukuran kedalaman dilakukan dengan survei lapangan, namun hal tersebut tidak dapat menjangkau area perairan dangkal, membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang lama. Data kedalaman perairan dangkal di Perairan Sekapung cukup penting karena dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pemanfaatan zona perairan dangkal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis data kedalaman berdasarkan citra satelit dengan menggunakan data hasil pengukuran kedalaman insitu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode perbandingan ratio dari Stumpf untuk mendapatkan kedalaman perairan dari citra Satelit Sentinel-2A. Data kedalaman yang diperkirakan dari satelit ini kemudian divalidasi dengan data pengukuran in situ yang dikumpulkan pada bulan April 2024 dengan menggunakan tiga saluran multispektral (saluran merah, saluran hijau, dan saluran biru). Hasil penelitian menunjukan pengolahan citra satelit Sentinel-2A dapat digunakan untuk pemetaan perairan dangkal dengan persamaan y = 0,858 x – 1,032 dan R2 sebesar 0,867 dari ketiga hasil grafik regresi dan RMSE 2,32. Persamaan yang dibangun menggunakan rasio band 2 dengan band 3. Hasil penelitian menunjukan area kajian didominasi oleh perairan dangkal dengan kisaran kedalaman absolut sebesar 5 – 12 meter.
Copyrights © 2025