Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kebutuhan bahan baku dan menyusun penjadwalan pengadaan bahan baku secara optimal menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) pada UKM Tahu Pak Miaji. UKM Tahu masih menggunakan sistem pemesanan bahan baku kedelai secara harian tanpa perencanaan jangka panjang, yang menyebabkan tingginya biaya pemesanan dan potensi ketidakefisienan dalam pengelolaan persediaan. Metode yang digunakan meliputi tahap peramalan kebutuhan bahan baku dengan Software Minitab dan analisis beberapa metode Forecasting seperti Holt-Winters, serta penentuan ukuran lot (Lot Sizing) menggunakan metode Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan Least Unit Cost (LUC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode peramalan terbaik adalah Holt-Winters Additive dengan nilai Mean Absolute Deviation (MAD) terendah sebesar 397. Berdasarkan 4 metode pendekatan untuk penentuan lot, yaitu LFL, EOQ, POQ, dan LUC. Metode POQ menghasilkan total biaya pengadaan paling rendah sebesar Rp. 2.553.128.168. Dibandingkan dengan sistem pemesanan harian UKM yang menghasilkan total biaya sebesar Rp. 2.629.536.668. Penerapan metode MRP mampu menekan biaya pengadaan bahan baku pada UKM Tahu. Dengan demikian, MRP terbukti efektif dalam mengoptimalkan pengadaan bahan baku, mengurangi biaya, dan mendukung kelancaran proses produksi di UKM Tahu.
Copyrights © 2026