PT. XYZ mengalami downtime produksi yang disebabkan oleh padamnya boiler, salah satu penyebabnya adalah kegagalan pada mesin Forced Draft Fan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi mode-mode kegagalan, akibat dari kegagalan dan menyusun lembar kerja perawatan preventif mesin FDF berdasarkan metode RCM. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat 8 mode kegagalan pada tahap FMEA yaitu keausan bearing, pelumasan tidak memadai, bearing retak, VFD terlalu panas, kipas pendingin VFD rusak, pressure transmitter tidak akurat, kerusakan power supply dan sensor rusak, 7 mode kegagalan diantaranya berdampak pada akibat operasional. Lembar kerja perawatan dapat disusun dengan mengacu pada hasil perhitungan fungsi keandalan dan hasil analisis RCM. Dari hasil perhitungan fungsi keandalan, nilai keandalan bearing pada 905,1 jam sebesar 47%, nilai keandalan VFD pada 1187,2 jam sebesar 29% dan nilai keandalan pressure transmitter pada 2082,6 jam sebesar 23%. Kemudian didapatkan pula waktu interval perawatan yang direkomendasikan yaitu setiap 788,2 jam untuk komponen bearing, setiap 663,6 jam untuk komponen VFD dan setiap 689,2 jam untuk komponen pressure transmitter dengan target probabilitas keandalan yang ditetapkan sebesar 70%.
Copyrights © 2026