Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan mengevaluasi mesin pencacah daun kering sebagai solusi pengolahan sampah organik khususnya daun kering menjadi pupuk kompos. Permasalahan yang ditemukan adalah pada tempat penyimpanan kayu di Mojokerto yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan kebakaran akibat penumpukan daun. Penelitian ini menggunakan pendekatan design thinking melalui lima tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Mesin dirancang menggunakan motor AC 135 watt dengan sistem bilah putar dalam silinder vertikal. Hasil pengujian kinerja menunjukkan kapasitas pencacahan sebesar 13,17 kg/jam dengan ukuran partikel rata-rata 6 mm. Kehalusan pencacahan mencapai 88% dengan konsumsi daya sebesar 0,135 kWh/jam atau sekitar Rp182,75. Mesin ini mampu mencacah daun dengan kapasitas 13,17 kg/jam dengan efisiensi operasional sebesar 79% (berkategori “sangat baik”). Validasi dilakukan oleh dua orang validator yang masing-masing memberikan skor fungsional dan kelayakan berkisar antara 75%–83%. Mesin ini menggunakan motor berdaya 135 watt yang beroperasi pada 3000 RPM, yang dikonversi melalui sistem transmisi 2:3 untuk menghasilkan kecepatan poros 2000 RPM. Uji kapasitas dan evaluasi kuantitatif menunjukkan bahwa mesin ini efektif untuk digunakan masyarakat dalam mengolah limbah daun menjadi kompos yang bermanfaat.
Copyrights © 2026