Artikel ini mengkaji tiga paradigma utama dalam penelitian pendidikan, yaitu positivistik, konstruktivistik, dan pragmatik, dengan fokus pada landasan ontologis, epistemologis, dan metodologis masing-masing. Menggunakan pendekatan studi konseptual, kajian ini memetakan karakteristik, kelebihan, serta keterbatasan setiap paradigma dan relevansinya dalam meningkatkan kualitas penelitian pendidikan. Paradigma positivistik menekankan objektivitas dan pendekatan kuantitatif untuk menemukan hukum sebab-akibat. Paradigma konstruktivistik berorientasi pada pemahaman mendalam makna dan pengalaman melalui metode kualitatif yang fleksibel. Sementara itu, paradigma pragmatik mengutamakan kebermanfaatan praktis dengan metode campuran yang adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemilihan paradigma yang tepat, disesuaikan dengan tujuan penelitian, dapat menghasilkan temuan yang valid, relevan, dan berdampak pada pengembangan pendidikan. Kajian ini memberikan panduan bagi peneliti untuk merancang penelitian yang reflektif dan responsif terhadap kebutuhan lapangan
Copyrights © 2025