Sari Pediatri
Vol 27, No 5 (2026)

Perbandingan Efikasi dan Keamanan Parasetamol serta Ibuprofen dengan Dosis Berdasarkan Berat Badan dalam Penanganan Demam Anak: Uji Klinis Acak Terbuka

Prawira, Yogi (Unknown)
Agustina, Agustina (Unknown)
Hamik, Welli (Unknown)
Santi, Theresia (Unknown)
Garniasih, Dina (Unknown)
Tandra, Irene Mutiara (Unknown)
Lukman, Leni (Unknown)
Sugiharto, Jessica (Unknown)
Ardini, Ni Putu (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Feb 2026

Abstract

Latar belakang. Demam adalah keluhan tersering di praktik pediatri Indonesia. Parasetamol dan ibuprofen menjadi antipiretik utama, baik dengan pengawasan medis maupun swamedikasi. Namun, sebagian besar produk di Indonesia masih menggunakan panduan dosis berbasis usia, padahal variasi berat badan anak yang lebar berisiko menyebabkan dosis kurang atau berlebih.Tujuan. Menilai efikasi dan keamanan pemberian tunggal parasetamol dan ibuprofen berbasis berat badan dalam menurunkan demam pada anak usia 2-15 tahun di Indonesia.Metode. Penelitian ini merupakan uji klinis fase III, acak terbuka, dua lengan paralel, non-inferioritas, dan multisenter. Subjek diacak menerima parasetamol sirup 250 mg/5 mL (10-15 mg/kg) atau ibuprofen suspensi 100 mg/5 mL (5-10 mg/kg). Suhu timpani diukur pada menit ke-15, 30, 60, 120, 180, dan 240 setelah pemberian pertama. Keamanan dievaluasi melalui efek samping serta pemeriksaan hematologi, fungsi hati dan ginjal, dan CRP dalam 48-72 jam setelah dosis terakhir.Hasil. Sebanyak 93 anak dibagi menjadi dua kelompok: parasetamol (45 anak) dan ibuprofen (48 anak). Penurunan suhu mulai terlihat pada 15 menit pertama (rata-rata 0,55°C). Pada menit ke-60, penurunan suhu kedua obat sebanding (parasetamol 1,13°C; ibuprofen 1,06°C). Pada menit ke-240, ibuprofen unggul 0,20°C, tetapi masih dalam batas non-inferioritas (0,65°C). Efek samping ringan dan sementara, tanpa kejadian serius. Laboratorium menunjukkan peningkatan ringan enzim hati (?7 U/L) dan penurunan CRP ±17 mg/L, sesuai proses penyembuhan alami.Kesimpulan. Dosis parasetamol dan ibuprofen berbasis berat badan terbukti cepat, aman, dan setara dalam menurunkan demam anak Indonesia. Keduanya dapat menjadi terapi lini pertama yang fleksibel. Temuan ini mendukung penerapan panduan dosis berbasis berat badan (mg/kg) menggantikan panduan berbasis usia.

Copyrights © 2026