Transformasi digital telah mengubah struktur pekerjaan dan tuntutan kompetensi tenaga kerja secara signifikan. Dunia kerja tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan teknis tinggi, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan komunikasi, adaptabilitas, kerja sama tim, dan pemecahan masalah. Pendidikan vokasi sebagai jalur pendidikan yang berorientasi pada kesiapan kerja menghadapi tantangan untuk menyesuaikan kurikulumnya agar selaras dengan kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi soft skills dan hard skills terhadap hasil lulusan pendidikan vokasi di era transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis data sekunder dan simulasi dengan mengembangkan Indeks Efektivitas Kerja (IEK) sebagai model pengukuran. Data bersumber dari laporan kebutuhan kompetensi dunia kerja dan hasil penelitian terdahulu. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lulusan dengan kompetensi terintegrasi memiliki tingkat efektivitas kerja yang lebih tinggi dibandingkan lulusan yang berorientasi teknis semata. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi soft skills dan hard skills merupakan strategi kunci dalam meningkatkan relevansi dan efektivitas pendidikan vokasi di era transformasi digital.
Copyrights © 2025