Permasalahan interaksi sosial di lingkungan sekolah, seperti komunikasi yang kurang santun dan potensi perundungan, menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter pada peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi dan komunikasi asertif siswa melalui pelatihan peace education. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 14 september 2024 di SMK YPT Pangkalan Susu dengan melibatkan 60 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis experiential learning melalui observasi awal, penyusunan modul pelatihan, pemberian pre-test, pelaksanaan pelatihan (ceramah interaktif, diskusi, simulasi, dan refleksi), serta evaluasi melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pada aspek pengelolaan emosi dan komunikasi asertif setelah pelatihan diberikan. Selain peningkatan secara kuantitatif, perubahan perilaku siswa juga terlihat dari interaksi yang lebih santun dan terbuka dalam menyampaikan pendapat. Dengan demikian, pelatihan peace education terbukti efektif sebagai upaya penguatan pendidikan karakter dan pembentukan budaya damai di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2024