Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mitos hantu miyangga sebagai bentuk folklor. Selain itu, penelitian ini mengeksplor fungsi, nilai-nilai, dan bentuk kritik ekologi yang terkandung dalam mitos hantu miyangga di Kecamatan Majenang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutik. Lokasi penelitian adalah Sungai Cijalu dan Bendungan Selis di Dusun Lampeng, Desa Jenang, Kecamatan Majenang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap warga setempat dan informan yang dituakan oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mitos hantu miyangga berfungsi sebagai larangan dan peringatan. Kemudian, mitos hantu miyangga tersebut diciptakan sebagai cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam. Mengingat, Sungai Cijalu sendiri merupakan sumber air yang menghidupi dua kecamatan yaitu kecamatan Majenang dan Cimanggu. Selain itu, terdapat pula entitas hewan asli khas Sungai Cijalu yang perlu dilestarikan.
Copyrights © 2026