Abstrak Perkembangan teknologi informasi kesehatan di era digital telah membawa perubahan signifikan pada pelayanan radiologi, di mana RSUD dr. Dradjat Prawiranegara masih mengandalkan sistem film konvensional yang menimbulkan inefisiensi waktu dan biaya. Laporan Triwulan I Tahun 2025 menunjukkan bahwa persentase waktu tunggu hasil radiologi ≤3 jam hanya mencapai 90,13%, sementara penggunaan film, tinta, dan listrik menghasilkan pemborosan anggaran yang cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode mix method, menggabungkan analisis numerik dari data operasional tahun 2024 dan wawancara kualitatif untuk menilai kondisi aktual pelayanan radiologi. Total sampling digunakan untuk 12 data bulanan, meliputi jumlah pemeriksaan, rata-rata TAT, serta anggaran bahan habis pakai. Simulasi penerapan sistem Picture Archiving and Communication System (PACS) dilakukan untuk melihat potensi efisiensi waktu dan biaya, termasuk analisis sensitivitas untuk menguji perubahan hasil terhadap variasi asumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi menurunkan rata-rata TAT dari 3,2 jam menjadi 2,0 jam dan mengurangi biaya operasional hingga 40–60% melalui pengurangan penggunaan film hingga 80%. Selain itu, wawancara staf radiologi mengindikasikan beban kerja yang lebih efisien, alur kerja yang lebih cepat, serta akses hasil pemeriksaan yang lebih praktis, sehingga PACS berpotensi meningkatkan mutu layanan dan efisiensi manajemen anggaran secara simultan. Kata Kunci: Anggaran, Efisiensi, PACS, Radiologi, Waktu
Copyrights © 2026