Upaya kesehatan di Indonesia bertujuan menjaga kesehatan masyarakat melalui pelayanan medis, keperawatan, kebidanan, serta layanan penunjang lainnya. Layanan gizi di rumah sakit berperan penting dalam mendukung pemulihan pasien dengan menyediakan makanan sesuai kebutuhan nutrisi. Penelitian ini menganalisis implementasi manajemen unit gizi di RS Unimedika Setu, Kabupaten Bekasi, berdasarkan tiga aspek utama: input, proses, dan output. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen terkait. Analisis data meliputi verifikasi, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input terdapat kekurangan tenaga gizi klinis, juru masak, dan pramusaji. Selain itu, kualifikasi tenaga kerja belum sepenuhnya sesuai standar. Dari segi anggaran, pendanaan berjalan lancar, tetapi fasilitas pelayanan makanan masih belum optimal. Pada aspek proses, unit gizi telah memiliki perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang terstruktur. Namun, keterlambatan penyajian makanan masih terjadi akibat ketidakseimbangan rasio tenaga kerja dan jumlah pasien. Pada aspek output, ketepatan waktu pemberian makanan mencapai 99,09% pada Maret 2024, sedikit di bawah target 100%. Persentase pemborosan makanan masih dalam batas standar (kurang dari 20%), tetapi kesalahan dalam pemberian makanan masih menjadi tantangan. Penelitian ini menyoroti perlunya peningkatan tenaga kerja, fasilitas, dan sistem distribusi makanan untuk memastikan layanan gizi yang optimal. Rekomendasi mencakup penyesuaian jumlah tenaga kerja sesuai standar, perbaikan sarana dan prasarana, serta peningkatan pengawasan manajemen unit gizi. Kata kunci: Aspek input-proses-output, ketepatan waktu, kualitas pelayanan gizi, manajemen unit gizi
Copyrights © 2026