Ilmu dalālah memiliki peran sentral dalam kajian kebahasaan Arab karena berkaitan langsung dengan pemahaman makna kata dan teks. Seiring perkembangan linguistik modern dan kebutuhan pengguna bahasa Arab yang semakin beragam, metode penyusunan kamus (perkamusan) turut mengalami perubahan paradigma. Perbedaan pendekatan antara kamus klasik dan modern menimbulkan kebutuhan untuk mengkaji kembali aliran-aliran perkamusan dalam perspektif ilmu dalālah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep aliran perkamusan dalam bahasa Arab, menguraikan perkembangan serta karakteristik masing-masing aliran, dan menganalisis relevansi ilmu dalālah terhadap pendekatan-pendekatan perkamusan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka. Data diperoleh dari kitab-kitab kamus Arab klasik dan modern, buku linguistik Arab, serta artikel ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan sumber data sesuai fokus penelitian, kemudian dianalisis secara konseptual dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran perkamusan Arab berkembang dari pendekatan klasik seperti aliran akar dan fonetik menuju pendekatan yang lebih praktis dan kontekstual seperti aliran alfabetis, tematik, frekuensi, dan digital. Setiap aliran memiliki kelebihan dan keterbatasan sesuai dengan tujuan, konteks penggunaan, dan kebutuhan pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa perkamusan tidak bersifat statis, melainkan dinamis mengikuti perkembangan teori semantik, teknologi, dan kebutuhan pembelajaran bahasa. Kesimpulannya, kajian aliran perkamusan dalam perspektif ilmu dalālah memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang relasi antara makna, metode penyusunan kamus, dan konteks penggunaan bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan perkamusan Arab yang lebih integratif serta mendorong penelitian lanjutan terkait inovasi kamus berbasis semantik dan teknologi digital.
Copyrights © 2026