Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Konsep Tajsīm dalam Tafsir dan Kritik Sastra Arab: Analisis al-Taṣwīr al-Fannī Sayyid Qutb dalam Perspektif Tasybīh dan Isti‘ārah Vivi Miftahul Jannah; Raswan; Achmad Fudhaili
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/etw22c92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep tajsīm (konkretisasi makna) dalam karya al-Taṣwīr al-Fannī fī al-Qur’ān karya Sayyid Qutb, dengan menelaah keterkaitannya secara konseptual dan stilistika dengan dua perangkat utama dalam ilmu balāghah Arab klasik, yaitu tasybīh dan isti‘ārah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode analisis isi serta stilistika balāghīyah, penelitian ini menemukan bahwa tajsīm dalam tafsir Qutb tidak sekadar metaforis, melainkan menjelmakan makna abstrak menjadi bentuk visual, emosional, dan naratif yang dapat dirasakan oleh pembaca. Hasil analisis memperlihatkan bahwa tasybīh berfungsi sebagai pengantar efek citra, sedangkan isti‘ārah memperdalam kesan emosional dan simbolik yang menjadi landasan utama terbentuknya tajsīm. Studi ini juga menyinggung bagaimana tokoh lain seperti al-Zamakhsyarī dan al-‘Aqqād turut menerapkan bentuk tajsīm dalam pendekatan sastra dan tafsir mereka. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat bahwa tajsīm merupakan jembatan antara estetika retoris balāghah dan pengalaman batin pembaca dalam memahami pesan ilahi secara mendalam dan imajinatif.
Transformasi Karakteristik Ragam Bahasa Tutur dan Tulis pada Era Komunikasi Digital: Kajian Sosiolinguistik Kontemporer Vivi Miftahul Jannah; Ainur Rasidah; Wati Susiawati; Mauidlotun Nisa'
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental batas antara ragam bahasa tutur dan tulis, sehingga memunculkan bentuk komunikasi hybrid yang menggabungkan ciri-ciri oralitas, literasi, dan multimodalitas dalam satu praktik wacana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik ragam bahasa tutur dan tulis digital, menganalisis pola transformasi linguistik yang terjadi, serta menjelaskan bentuk hibriditas tutur–tulis yang muncul dalam berbagai platform media sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis 40 potongan wacana digital dari WhatsApp, Instagram, TikTok, dan X. Data dianalisis secara tematik berdasarkan aspek leksikal, sintaksis, pragmatik, dan multimodal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam tutur digital menampilkan ciri spontanitas, prosodi visual, interjeksi, dan ekspresi emosional yang direalisasikan melalui elongated letters, kapitalisasi, dan emoji. Ragam tulisan digital, sebaliknya, menunjukkan kecenderungan fragmentatif, ringkas, informal, serta mengintegrasikan elemen visual sebagai strategi penyampaian makna. Penelitian ini juga menemukan bentuk hibriditas tutur–tulis yang ditandai oleh pengaburan batas antara suara, teks, dan visual, sehingga praktik komunikasi digital tidak lagi dapat dikategorikan secara tegas sebagai lisan atau tulisan. Temuan ini menegaskan perlunya perluasan teori ragam bahasa dan model analisis wacana yang lebih adaptif terhadap dinamika multimodal dalam komunikasi digital kontemporer.
Integrasi Ranah Afektif, Kognitif, dan Psikomotorik dalam Pembelajaran Bahasa Arab di MAN 1 Kota serang: Analisis Berdasarkan Kurikulum Merdeka Vivi Miftahul Jannah; Ira Ainul Latifah; Ubaid Ridlo; Maswani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38166

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan paradigma pembelajaran Bahasa Arab di MAN 1 Kota Serang seiring penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis kompetensi dan integrasi ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam bagaimana integrasi ketiga ranah tersebut dirumuskan dan diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Arab Fase F berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dalam SK Dirjen Pendis Nomor 3302 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi dokumen dan analisis deskriptif terhadap CP, tujuan pembelajaran, serta keterkaitannya dengan materi unsur bahasa dan keterampilan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka di MAN 1 Kota Serang telah mengarahkan pembelajaran Bahasa Arab secara holistik, di mana ranah kognitif tercermin dalam penguasaan dan analisis struktur kebahasaan, ranah afektif terintegrasi melalui internalisasi nilai religius dan sikap apresiatif terhadap bahasa Arab, serta ranah psikomotorik diwujudkan melalui praktik komunikatif lisan dan tulisan yang kontekstual. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ketiga ranah tersebut menjadikan pembelajaran Bahasa Arab lebih bermakna, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi guru dan pengembang kurikulum dalam merancang pembelajaran Bahasa Arab yang seimbang, komunikatif, dan berorientasi pada pembentukan kompetensi peserta didik secara utuh.
Integrasi Epistemologi Islam dan Ilmu Linguistik dalam Kajian Bahasa Arab Modern Vivi Miftahul Jannah; Raswan Raswan
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian bahasa Arab modern sering kali memanfaatkan pendekatan linguistik kontemporer tanpa mempertimbangkan kerangka epistemologi Islam yang menjadi fondasi historis dan konseptualnya. Pemisahan ini menyebabkan analisis bahasa Arab terutama terhadap teks keagamaan kehilangan orientasi nilai, makna spiritual, serta tujuan komunikatif yang menjadi inti epistemologi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana epistemologi Islam yang mencakup konsep bayān, dalālah, maqāṣid al-kalām, serta struktur sumber pengetahuan Islam (wahyu, akal, dan pengalaman) dapat diintegrasikan dengan teori dan metode linguistik modern seperti semantik struktural, pragmatik, analisis wacana, dan sintaksis kontemporer. Dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa epistemologi Islam dapat menjadi kerangka nilai dan orientasi makna, sedangkan linguistik modern berfungsi sebagai perangkat analisis ilmiah untuk memahami struktur dan penggunaan bahasa Arab. Integrasi keduanya menghasilkan pendekatan kajian yang lebih komprehensif, kontekstual, dan relevan untuk memahami teks Arab klasik maupun modern. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi epistemologi Islam dan linguistik modern tidak hanya memperkaya metodologi kajian bahasa Arab, tetapi juga membuka kemungkinan lahirnya paradigma linguistik Islam yang lebih sistematis dan menyeluruh.
Aliran Perkamusan Suwandi Suwandi; Vivi Miftahul Jannah; Ainur Rasyidah; Ahmad Dardiri; Wati Susiawati
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu dalālah memiliki peran sentral dalam kajian kebahasaan Arab karena berkaitan langsung dengan pemahaman makna kata dan teks. Seiring perkembangan linguistik modern dan kebutuhan pengguna bahasa Arab yang semakin beragam, metode penyusunan kamus (perkamusan) turut mengalami perubahan paradigma. Perbedaan pendekatan antara kamus klasik dan modern menimbulkan kebutuhan untuk mengkaji kembali aliran-aliran perkamusan dalam perspektif ilmu dalālah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep aliran perkamusan dalam bahasa Arab, menguraikan perkembangan serta karakteristik masing-masing aliran, dan menganalisis relevansi ilmu dalālah terhadap pendekatan-pendekatan perkamusan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka. Data diperoleh dari kitab-kitab kamus Arab klasik dan modern, buku linguistik Arab, serta artikel ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan sumber data sesuai fokus penelitian, kemudian dianalisis secara konseptual dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran perkamusan Arab berkembang dari pendekatan klasik seperti aliran akar dan fonetik menuju pendekatan yang lebih praktis dan kontekstual seperti aliran alfabetis, tematik, frekuensi, dan digital. Setiap aliran memiliki kelebihan dan keterbatasan sesuai dengan tujuan, konteks penggunaan, dan kebutuhan pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa perkamusan tidak bersifat statis, melainkan dinamis mengikuti perkembangan teori semantik, teknologi, dan kebutuhan pembelajaran bahasa. Kesimpulannya, kajian aliran perkamusan dalam perspektif ilmu dalālah memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang relasi antara makna, metode penyusunan kamus, dan konteks penggunaan bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan perkamusan Arab yang lebih integratif serta mendorong penelitian lanjutan terkait inovasi kamus berbasis semantik dan teknologi digital.