Pengelolaan pondok pesantren memerlukan model kepemimpinan yang efektif dan kolaboratif guna memastikan keberhasilan proses pembinaan dan pengawasan. Di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah sistem Qismu Riayah menerapkan pendekatan kolegial yang melibatkan wali kamar, musyrif, dan mu’in secara aktif dalam tata kelola santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendiskusikan penerapan kepemimpinan kolaboratif dalam sistem pengelolaan tersebut serta dampaknya terhadap kualitas pembinaan santri. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kolaboratif ini membangun budaya kerja sama yang berdasarkan komunikasi terbuka, kepercayaan, dan ikhlas, yang mendukung keberhasilan pengawasan dan pembinaan santri secara berkelanjutan. Kendala utama terjadi pada mekanisme komunikasi dan manajemen konflik internal, yang membutuhkan perhatian lebih dalam pengembangan kompetensi petugas. Penelitian ini memperkuat teori kepemimpinan kolaboratif dalam konteks pesantren dan menyarankan penelitian lebih lanjut tentang pengelolaan konflik dan budaya organisasi untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pesantren berbasis kolaborasi.
Copyrights © 2025