Tingginya biaya operasional logistik akibat ketergantungan pada bahan bakar fosil, rendahnya pemanfaatan energi terbarukan, dan keterbatasan integrasi digital menjadi permasalahan utama PT Pos Indonesia (Persero). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi kendaraan listrik, pemanfaatan energi terbarukan, dan digitalisasi operasional terhadap efisiensi biaya operasional melalui green logistics. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui survei pada November-Desember 2025 terhadap 171 pegawai unit operasional logistik dan dianalisis menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kendaraan listrik (β = 0,288; p < 0,000), pemanfaatan energi terbarukan (β = 0,421; p < 0,000), dan digitalisasi operasional (β = 0,289; p = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap green logistics. Digitalisasi operasional juga berpengaruh signifikan terhadap efisiensi biaya operasional, dengan green logistics memberikan pengaruh terbesar (β = 0.439; p < 0,000). Nilai R² sebesar 0,740 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 74,0% variasi green logistics. Green logistics terbukti memediasi pengaruh ketiga variabel terhadap efisiensi biaya operasional, yang menegaskan bahwa biaya operasional lebih efektif dicapai melalui pengelolaan logistik hijau yang terintegrasi.
Copyrights © 2026