Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS RANTAI PASOK DAN NILAI TAMBAH PADA USAHA TANI TOMAT DI DESA SUNTENJAYA LEMBANG (STUDI KASUS: DESA SUNTENJAYA LEMBANG) Kusuma, Muhammad Nabil; Lestiani, Melia Eka; Siswanto, Budi Nur
JURNAL PABEAN : PERPAJAKAN BISNIS EKONOMI AKUNTANSI MANAJEMEN Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Pabean Volume 5 No 2, Juli 2023
Publisher : Prodi Perpajakan Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61141/pabean.v5i2.420

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan tomat sehari-hari, baik kuantitas maupun kualitasnya harus terjamin. Namun, aturan permintaanmenyatakan bahwa jika tomat yang tersedia lebih banyak daripada permintaan, harganya juga akan relatif lebihrendah. Meskipun produksi tomat lebih banyak dari kebutuhan, harus diakui bahwa tomat merupakan tanamanpertanian musiman dan mudah rusak. Hal ini mungkin menyulitkan tomat untuk tersedia pada periode tertentu, apalagioperasi pertanian yang sangat bergantung pada cuaca dan keadaan alam yang tidak dapat diprediksi. Untuk memenuhipermintaan ini dan menghindari melampaui tingkat output yang diizinkan, yang akan mengakibatkan jatuhnya hargatomat di pasar, sangat penting untuk membuat model untuk mengelola kapasitas produksi. Limbah pertanian, di sisilain, ialah salah satu masalah yang akan berkembang jika ada pengelolaan yang tidak tepat dan buruk. Pengomposansampah organik dan daur ulang sampah anorganik ialah dua cara yang efisien dan efektif untuk membuang sampah.Dengan membusukkan dan mendegradasi bahan organik di udara yang panas dan lembab, sampah organik kini dapatdiubah menjadi kompos berkat terobosan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam studi kasus ini, pendekatan hayamidan uji kelayakan finansial akan digunakan untuk menentukan apakah nilai tambah bermanfaat untuk menjalankanusaha pertanian tomat.
Calibration of HDM-4 Model for Fuel Consumption in Heavy-Duty Trucks: Integration of Telematics, Engine Speed, and Aerodynamics Nariendra, Pradhana Wahyu; Lestiani, Melia Eka
Automotive Experiences Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Automotive Laboratory of Universitas Muhammadiyah Magelang in collaboration with Association of Indonesian Vocational Educators (AIVE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ae.12862

Abstract

Fuel efficiency in heavy-duty trucks in Indonesia faces significant challenges, while the current HDM-4 fuel consumption model has limitations in reflecting local conditions. This study calibrates the HDM-4 model using telematics data, engine speed modeling, aerodynamic simulations, and calibration factors. The novelty lies in updating parameters such as engine speed, vehicle frontal area, and calibration factors for engine power efficiency (Kpea) and rolling resistance (Kcr2) to account for tire-road interaction in Indonesian conditions. Data were collected from 5-axle trucks on the Tanjung Priok–Bandung toll road, analyzed using regression, Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations, and non-parametric paired tests. Results show updated engine speed parameters (RPM_a0 = 680.11, RPM_a1 = -4.9031, RPM_a2 = 0.3858, RPM_a3 = -0.0028), a drag coefficient of 1.0556, and a frontal area of 8.2 m². Calibrating Kpea and Kcr2 (both 0.6) improved prediction accuracy, with no significant difference between predicted and observed data (p = 0.186). The enhanced HDM-4 model supports operational decisions, infrastructure planning, and sustainable transport policies, improving energy efficiency, reducing emissions, and boosting national logistics competitiveness.
Pengaruh Tarif Logistik, Last Mile Delivery dan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Supply Chain Perusahaan Kurir di Bangkalan Serta Implikasinya terhadap Kepuasan Pelanggan Rosadi, Ahmad; Waskito, Saptono Kusdanu; Lestiani, Melia Eka
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.5406

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh tarif logistik, last mile delivery, dan teknologi informasi terhadap kinerja rantai pasok serta implikasinya terhadap kepuasan pelanggan perusahaan kurir di Bangkalan. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya persaingan tarif, keluhan terhadap pengiriman, serta pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal. Pendekatan kuantitatif yang digunakan ini mengandalkan teknik analisis dengan PLS-SEM. Responden sebanyak 150 pelanggan lima perusahaan kurir besar di Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif logistik, last mile delivery, dan teknologi informasi terhadap kinerja rantai pasok berpengaruh positif serta signifikan sebesar 87,70%. Selanjutnya, kinerja rantai pasok juga Memiliki dampak signifikan pada kepuasan pelanggan dengan kontribusi yang mencapai 96,6%. Di antara variabel bebas, tarif logistik memiliki pengaruh terbesar (? = 0,371), diikuti teknologi informasi (? = 0,220) dan last mile delivery (? = 0,144). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kinerja rantai pasok untuk mendongkrak kepuasan pelanggan, dengan prioritas pada tarif yang kompetitif dan integrasi teknologi. Penelitian ini menawarkan rekomendasi penting yang dapat dijadikan acuan oleh perusahaan kurir dalam meningkatkan pelayanan.
Pengaruh Demand Imbalance dan Fleet Capacity terhadap Volume Empty Container Repositioning (ECR) serta Implikasinya pada Market Share Ramalia, Desima; Lestiani, Melia Eka; Waskito, Saptono Kusdanu
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5941

Abstract

Empty container repositioning (ECR) menjadi hal yang diperhatikan dalam pelayaran kontainer karena berkaitan dengan biaya perusahaan tanpa perolehan pendapatan komersial. Memperhatikan bahwa setiap wilayah memiliki perbedaan kapasitas produksi dan konsumsi, yang kemudian mempengaruhi terjadinya ketidakseimbangan permintaan pengiriman barang (demand imbalance) pada pelayaran. ECR menjadi action dalam memenuhi demand dari pelabuhan surplus ke pelabuhan defisit. Keterkaitan pemenuhan demand ini, sangat berhubungan dengan kapasitas armada (fleet capacity) yang dioperasikan pelayaran dalam optimalisasi strategi reposisi kontainer. Segala bentuk optimalisasi sangat diharapkan perusahaan agar mampu menjadi pemimpin market share rute pelayaran tersebut. Penelitian kuantitatif ini dengan studi kasus di rute Banjarmasin – Jakarta, menunjukkan secara partial demand imbalance berpengaruh signifikan terhadap volume ECR, namun fleet capacity tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ECR. Pengaruh keduanya bersama-sama terhadap volume ECR yaitu 60,1%. Selanjutnya pengaruh volume ECR terhadap market share ternyata hanya 8,5% pada rute tersebut. Pada praktiknya ECR tetap harus dilakukan sebagai pemenuhan kebutuhan kontainer namun dengan jumlah yang efisien dan efektif melalui strategi seperti optimalisasi perencanaan jaringan permintaan, kolaborasi antar pelayaran, diversifikasi jenis muatan (lokal dan ekspor-impor) dan analisis pengoperasian kapal berdasarkan kapasitas dan market volume. Jika efisiensi dan efektivitas ECR tercapai maka perusahaan bisa fokus terhadap kebutuhan prioritas pelanggan dengan harapan meningkatkan market share perusahaan.
Integration of AHP and SAW Methods for Disaster Evacuation Location Selection in Cimahi City Shabrina, Fitriana Nur; Syafrianita, Syafrianita; Lestiani, Melia Eka
Sainteks: Jurnal Sain dan Teknik Vol 7 No 02 (2025): September
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/sainteks.v7i02.935

Abstract

This study was conducted in Cimahi City, West Java Province, and aims to determine suitable evacuation sites by identifying relevant criteria, evaluating existing sites, selecting the most appropriate locations, and assessing vehicle compatibility for emergency access. The research used the AHP and SAW methods. Data were collected through Focus Group Discussions, questionnaires, and field observations. The study identified four main criteria and eleven sub-criteria: land use: land ownership, land area, and land suitability; accessibility: proximity to evacuation routes and road networks; infrastructure availability: proximity to the cimahi bpbd office, security facilities, medical facilities, and clean water facilities; and environmental factors: secondary hazards and pollution sources. The results showed that the most suitable evacuation sites based on the combined weight of sub-criteria are: Alun-Alun Cimahi (Cimahi Tengah), Lapangan Dapenma Pamsi (Cimahi Selatan), Lapangan Arhanud (Cimahi Tengah), Lapangan Manunggal Brigif (Cimahi Selatan), Lapangan Bola P4TK BMTI/TTUC (Cimahi Utara), and Lapangan Cibaligo (Cimahi Utara). All evacuation sites can be accessed by all types of vehicles owned by the Cimahi City BPBD, such as ranger cars, trail motorcycles, water tank trailers, pickup trucks, and field kitchen trucks.
Analisis Efektivitas Pemanfaatan GPS Tracker dalam Pemantauan Ketepatan Waktu Armada Distribusi Damayanti, Mirza Azzahra; Lestiani, Melia Eka; Waskito, Saptono Kusdanu
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6026

Abstract

Perkembangan revolusi industri 4.0 yang semakin pesat turut mempengaruhi sektor transportasi logistik. . Saat ini, banyak perusahaan transportasi logistik yang mulai menerapkan digitalisasi dalam aktivitas operasionalnya. Global Positioning System (GPS) tracker merupakan salah satu teknologi yang paling banyak diadopsi oleh perusahaan transportasi logistik untuk mempermudah pelacakan posisi kendaraan dan barang real time. Metode Data Envelopment Analysis (DEA) digunakan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan GPS Tracker dalam mendukung ketepatan waktu pengiriman yang merupakan bagian dari pemantauan kinerja operasional terutama capaian Service Level Agreement (SLA). Dilihat dari efisiensi score, setiap rute mendapatkan score yang cukup tinggi, dengan capaian rata-rata efisiensi untuk keseluruhan DMU sebesar 0,953. Presentase rute efisien sebesar 40%, sedangkan rute yang tidak efisien sebesar 60%.
Pengaruh Agile Leadership dan Logistic Competency terhadap Transformasi Digital serta Implikasinya pada Kualitas layanan logistik (LSQ) PosInd Fikri, Fahmi Nurul; Maniah; Lestiani, Melia Eka
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6170

Abstract

Transformasi digital telah muncul sebagai elemen krusial dalam meningkatkan kualitas layanan logistik. Untuk mencapai keunggulan layanan, banyak bisnis masih kesulitan mengintegrasikan teknologi digital dengan sukses. Keberhasilan transformasi digital, yang berdampak pada kualitas layanan logistik, dipandang sangat dibantu oleh kepemimpinan yang tangkas dan kecakapan logistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan yang tangkas dan keahlian logistik memengaruhi transformasi digital dan bagaimana hal tersebut memengaruhi kualitas layanan logistik. Kuesioner yang disebarkan kepada karyawan di industri jasa pengiriman digunakan untuk mengumpulkan data dalam studi kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa transformasi digital dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh kepemimpinan yang tangkas dan kapabilitas logistik. Selain itu, transformasi digital terbukti sangat meningkatkan kualitas layanan logistik. Hasil ini sejalan dengan studi lain yang menyoroti pentingnya keterampilan digital dan kepemimpinan yang adaptif dalam mendorong inovasi dan efektivitas operasional. Kesimpulan studi ini menekankan bahwa untuk meningkatkan daya saing dan kinerja bisnis, organisasi harus meningkatkan kepemimpinan yang tangkas, memperkuat keterampilan logistik karyawan, dan memaksimalkan taktik transformasi digital.
Menavigasi Peran Green Logistics, Teknologi Inovasi, Efisiensi Organisasi Logistik Terhadap Kinerja Operasi PT Pelabuhan Indonesia di Tanjung Priok Melalui Kinerja Transportasi Laut Hamidin, Adryany; Waskito, Saptono Kudanu; Lestiani, Melia Eka
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6180

Abstract

Peran green logistics, inovasi teknologi, dan efisiensi organisasi logistik menjadi aspek krusial di tengah tekanan global terhadap keberlanjutan dan efisiensi operasional pelabuhan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya emisi karbon di Pelabuhan Tanjung Priok dan belum optimalnya efektivitas praktik logistik hijau dan digitalisasi terhadap kinerja operasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana ketiga variabel tersebut memengaruhi kinerja operasional PT Pelabuhan Indonesia melalui kinerja transportasi laut sebagai variabel mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), penelitian ini menguji hubungan antar variabel dengan sampel 200 responden dari manajer dan staf logistik di PT Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan efisiensi organisasi logistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja transportasi laut dan secara tidak langsung meningkatkan kinerja operasional. Namun, temuan pentingnya adalah green logistics tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja transportasi laut. Kesimpulannya, peningkatan kinerja operasional pelabuhan utamanya didorong oleh inovasi teknologi dan efisiensi organisasi, sementara implementasi green logistics masih perlu diperkuat untuk memberikan dampak nyata.
Analisis Pengaruh Kinerja Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Meningkatkan Produktivitas Kinerja di Pelabuhan Patimban Yunanto, Riki Achmad; Purnama, Anggi Widya; Lestiani, Melia Eka
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.2.111-121.2024

Abstract

Menurut data kecelakaan kerja Pelabuhan Patimban 2020 – 2023 masih terjadi kecelakaan kerja dan belum mencapai zero accident serta penilaian kinerja karyawan masih belum baik dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja karyawan sesuai Pasal 18 ayat 1 UU No. 3 Tahun 1992 bahwa perusahaan harus mengukur tingkat frekuensi, severity, safe t score dengan mengidentifikasi penyebab kecelakaan dan membuat usulan perbaikan. Metode yang digunakan berupa Analisis Regresi Linier Berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja karyawan, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan pada aktivitas bongkar muat, dan Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk mengetahui sumber penyebab kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja karyawan dengan nilai r sebesar 0,894. Hasil penelitian menunjukkan kecelakaan berpengaruh terhadap produktivitas. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelabuhan Patimban dikatakan terlaksana cukup baik. Dari data yang diolah bahwa semakin menurunnya tingkat frekuensi dan tingkat severity akan meningkatkan produktivitas karyawan. Berdasarkan Risk Priority Number (RPN) tertinggi dari 5 aktivitas bongkar muat, digunakan Fault Tree Analysis (FTA) untuk melihat akar permasalahan kecelakaan. Dari Fault Tree Analysis (FTA), dapat diberi usulan perbaikan yaitu melaksanakan safety induction secara rutin dan safety patrol setiap shift.
The Influence Of Disruptive Environment, Value Chain Efficiency, And Logistics Agility On Logistics Innovation And Its Implications On Company Performance Widodo, Erlangga Putragung; Waskito, Saptono Kusdanu; Lestiani, Melia Eka
Amkop Management Accounting Review (AMAR) Vol. 5 No. 2 (2025): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/amar.v5i2.2896

Abstract

This study provides a comprehensive examination of the effects of three independent variables - disruptive environment, value chain efficiency, and logistics agility - on logistics innovation and its subsequent impact on company performance at PT Pos Indonesia Main Branch Office in Jember. Data collection involved a structured questionnaire distributed to 146 respondents, including managers, staff members, and distribution partners. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with SMART PLS 3 software. The results indicate that a disruptive environment - characterized by emerging technologies, market volatility, and global uncertainties - drives logistics innovation with a contribution value of 28.22%, highlighting the necessity for swift adaptation to external changes. Additionally, value chain efficiency, encompassing asset optimization and waste reduction, contributes 25.31% to innovation, while logistics agility - measured by responsiveness and digital integration - accounts for 25.75% of the innovation effect. Furthermore, logistics innovation has a significant impact on company performance, with an effect size of 70.5%. These findings underscore the critical role of cross-functional collaboration, technological investment, and human capital development in bolstering innovation capabilities. Practical recommendations include strengthening strategic partnerships, establishing internal innovation hubs, and continuously monitoring market and technology trends to sustain competitive performance in the digital era.