Transformasi digital dan tuntutan keberlanjutan mendorong perusahaan logistik mengintegrasikan teknologi digital, kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan green transportation dalam pengelolaan distribusi. PT Pos Indonesia (Persero) dituntut meningkatkan efisiensi operasi transportasi guna mewujudkan distribusi rantai pasok berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis pengaruh teknologi digital, kompetensi SDM, dan green transportation terhadap distribusi rantai pasok berkelanjutan, baik secara langsung maupun melalui efisiensi operasi transportasi sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 pegawai Divisi Operasi PT Pos Indonesia (Persero) di SPP Bandung. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi operasi transportasi (β = 0,036; p > 0,05), sedangkan kompetensi SDM (β = 0,582; p < 0,05) dan green transportation (β = 0,305; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan. Teknologi digital (β = 0,450; p < 0,05) dan green transportation (β = 0,319; p < 0,05) berpengaruh signifikan terhadap distribusi rantai pasok berkelanjutan, sementara kompetensi SDM tidak berpengaruh langsung signifikan (β = 0,156; p > 0,05). Efisiensi operasi transportasi berpengaruh signifikan terhadap distribusi rantai pasok berkelanjutan (β = 0,403; p < 0,05) serta memediasi pengaruh kompetensi SDM dan green transportation, namun tidak memediasi pengaruh teknologi digital.
Copyrights © 2026