Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih menjadi tulang punggung sistem kelistrikan di Indonesia dengan batu bara sebagai bahan bakar utama. Pada PLTU 400 MW di Cilegon, dua unit Seal Air Fan (SAF) menyuplai udara perapat ke pulverizer dan coal feeder. Awalnya, sistem beroperasi dengan empat pulverizer sehingga satu SAF dapat siaga. Namun, penurunan kualitas batu bara mengharuskan lima pulverizer beroperasi bersamaan, sehingga kedua SAF harus aktif tanpa cadangan. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan operasi jika salah satu SAF trip, karena tekanan udara perapat akan menurun dan dapat menyebabkan shutdown. Penelitian ini merancang SAF yang mampu memenuhi kebutuhan udara perapat untuk lima pulverizer dan coal feeder. Tahapan penelitian mencakup pengumpulan data, perhitungan manual perancangan, dan validasi desain melalui simulasi menggunakan perangkat lunak CFTurbo. Fan dirancang menghasilkan aliran 8,81 m³/s dengan kenaikan tekanan 635 mmWg. Spesifikasi utama hasil rancangan meliputi diameter impeller 1,149 m, 25 sudu, lebar volute casing 0,436 m, radius leher volute 1,044 m, dan poros baja karbon S30C berdiameter 63 mm. Rancangan ini meningkatkan efisiensi energi sistem dibandingkan kondisi existing dengan penurunan konsumsi daya listrik sebesar 31,8%. Penelitian ini berkontribusi pada peningkatan keandalan operasional PLTU serta mendukung ketahanan energi nasional.
Copyrights © 2026