Kebijakan Sekolah Rakyat muncul sebagai respons terhadap persoalan ketimpangan akses pendidikan dan kemiskinan di Indonesia. Meskipun diposisikan sebagai kebijakan afirmatif untuk kelompok rentan, proses kemunculannya belum banyak dianalisis dalam kerangka teori kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur untuk menganalisis kebijakan Sekolah Rakyat di Indonesia dengan menggunakan kerangka Multiple Streams Framework (MSF) oleh John W. Kingdon serta perspektif manajemen pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa program Sekolah Rakyat didorong oleh tingginya angka putus sekolah antarwilayah dan antarjenjang. Sekolah Rakyat diformulasikan sebagai kebijakan afirmatif berbasis asrama dan pembiayaan penuh bagi kelompok miskin dan miskin ekstrem. Kebijakan ini mendapatkan dukungan politik nasional dan komitmen penuh pemerintah sehingga menciptakan peluang kebijakan yang memungkinkan percepatan adopsi kebijakan secara menyeluruh. Dalam perspektif manajemen pendidikan modern, penguatan tata kelola dan optimalisasi teknologi pembelajaran menjadi prasyarat agar Sekolah Rakyat tidak berhenti pada simbol kelembagaan, melainkan efektif mendorong mobilitas sosial vertikal secara berkelanjutan
Copyrights © 2026