Transformasi e-government melalui sistem PLAVON di Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi kependudukan, khususnya penerbitan akta kelahiran, namun tantangan seperti literasi digital rendah masyarakat dan operator, infrastruktur tidak merata, serta integrasi SIAK Terpusat yang belum sempurna menghambat adopsi, terlihat dari dominasi layanan manual di Desa Larangan (719 kasus vs. 277 online pada 2023). Penelitian ini mengevaluasi implementasi PLAVON dari perspektif operator, mengidentifikasi faktor pendukung-hambatan, dan tingkat adopsi digital menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, serta analisis tematik. Hasil menunjukkan PLAVON memangkas birokrasi 30% serta kesalahan data 15%, tetapi terkendala verifikasi manual dan pelatihan SDM, menegaskan peran krusial operator sebagai ujung tombak sejalan kerangka e-government Indrajit dan Baum & Maio yang mendukung SDGs 9 dan 16. Temuan ini penting untuk rekomendasi pelatihan berkelanjutan, sosialisasi, dan infrastruktur guna capai target akta kelahiran 99,5% pada 2025 secara inklusif.
Copyrights © 2026