Kerusakan dokumen kependudukan akibat bencana sering menghambat korban dalam mengakses bantuan sosial dan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pelayanan administrasi kependudukan berbasis jemput bola pada program DUTA HATIKU di Disdukcapil Kabupaten Sidoarjo. Masalah difokuskan pada bagaimana alur pelayanan diberikan kepada masyarakat terdampak bencana dan bagaimana prinsip good governance tercermin dalam implementasinya. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, serta studi dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui triangulasi sumber. Kajian ini menyimpulkan bahwa mekanisme pelayanan DUTA HATIKU telah berjalan efektif dan responsif melalui alur yang terstruktur serta kolaborasi dengan BPBD, meskipun menghadapi kendala teknis seperti akses lokasi dan jaringan internet. Hasil penelitian menegaskan pentingnya inovasi pelayanan publik dalam situasi darurat dan memberikan rekomendasi penguatan infrastruktur digital serta peningkatan SDM untuk mendukung keberlanjutan program.
Copyrights © 2026