Media sosial saat ini berfungsi sebagai instrumen sosialisasi sekunder bagi siswa sekolah dasar, menawarkan peluang edukatif sekaligus potensi distraksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media digital dengan pembentukan karakter siswa melalui perspektif literasi digital dan regulasi diri. Subjek penelitian terdiri dari 45 siswa kelas IV hingga VI, dengan pengumpulan data melalui kuesioner 16 butir, wawancara semi-terstruktur, serta observasi partisipatif, kemudian dianalisis secara tematik dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana belajar informal yang efektif, tetapi penggunaan berlebihan berisiko mengganggu fokus dan nilai karakter. Siswa yang memiliki kemampuan regulasi diri yang baik mampu memanfaatkan media digital secara produktif tanpa menurunkan nilai-nilai utama seperti religiusitas, integritas, dan interaksi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh teknologi digital bersifat situasional, sehingga integrasi literasi digital berbasis nilai, dukungan guru, dan peran aktif orang tua menjadi krusial dalam memperkuat pembentukan karakter siswa
Copyrights © 2026