Stroke iskemik akut merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas di dunia. Keparahan defisit neurologis dinilai menggunakan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS), dan skor yang lebih tinggi menunjukkan kerusakan neurologis yang lebih berat. Keterbatasan jendela waktu dan risiko komplikasi pada trombolisis mendorong pengembangan terapi adjuvan yang bersifat neuroprotektif, salah satunya Allium sativum L. var. solo garlic atau bawang tunggal hitam yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta mendukung fungsi vaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian bawang tunggal hitam terhadap perubahan skor NIHSS pada penderita stroke iskemik akut. Penelitian eksperimental klinis ini menggunakan rancangan randomized controlled trial dengan desain pretest posttest control group dan dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang pada 27 Agustus 2025 sampai 31 Desember 2025. Total 24 pasien stroke iskemik akut pertama kali diikutkan dengan total sampling, terdiri atas 10 pasien kelompok intervensi yang menerima terapi standar ditambah bawang tunggal hitam dosis dua kali satu siung per hari selama 10 hari dan 14 pasien kelompok kontrol yang menerima terapi standar. Skor NIHSS dinilai sebelum intervensi dan pada hari ke 10. Kelompok kontrol menunjukkan penurunan skor dari 5,0 ± 2,7 menjadi 4,0 ± 3,5 tanpa perbedaan bermakna (p = 0,076). Kelompok intervensi mengalami penurunan dari 4,9 ± 3,4 menjadi 1,0 ± 1,5 dengan perbedaan bermakna (p = 0,007). Perubahan skor lebih besar pada kelompok intervensi dibanding kontrol (3,90 ± 3,3 vs 1,00 ± 1,9) dan berbeda bermakna antar kelompok (p = 0,009). Pemberian bawang tunggal hitam berpotensi meningkatkan perbaikan defisit neurologis pada stroke iskemik akut.
Copyrights © 2026