Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERBANDINGAN BIAYA RIIL DENGAN TARIF INA-CBG’S PENYAKIT STROKE PADA ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RS ISLAM SULTAN AGUNG Ken Wirastuti; Indriyati Hadi Sulistyaningrum; Erwin Budi Cahyono; Arifin Santoso; Zaki Miftahudin
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2019): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.375 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v4i1.244

Abstract

The implementation of INA CBG's system is not yet optimal because INA CBG’s rate in fact not yet fulfill hospital real cost. The purpose of this research was to compare the INA-CBG’s rate and real cost and also to look the factors affecting has difference the big real cost in patient with stroke in JKN era at Sultan Agung Islam Hospital between January 2017 and October 2017.Research using descriptive analysis, the data were analysed by Mann-Whitney test was used to compare real cost and INA-CBG’s rate. And the Mann-Whitney followed Kruskal-Wallis to determine the components of the factors affect real costs.There was a difference between the real cost and the INA-CBG's rate for hospitalization of (Rp -12,184,500) and outpatient care of (Rp -1,949,300). Factors that affect the real cost are type of nursing class (0,009), LOS (0,019) and age (0,045).The conclusion of this study is that there was a difference between the real cost and INA-CBG’s rate in patient with stroke in JKN era at Sultan Agung Islam Hospital between January 2017 and October 2017. Factors that affect the big real cost are type of nursing class, LOS and age.
Performance Appraisal in Pharmacy Department Sultan Agung Islamic Hospital by Balanced Scorecard Approach on Internal Business Perspectives Sulistyaningrum, Indriyati Hadi; Wirastuti, Ken; Santoso, Arifin; Afif M., Muhammad Mujib
Sains Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): January - June 2016
Publisher : Fakultas Kedokteran; Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.622 KB) | DOI: 10.30659/sainsmed.v7i1.1167

Abstract

Background: Performance appraisal using Balanced Scorecard on internal business process perspective offers a comprehensive solution for performance appraisal in public organization especially in a hospital. Objective: to study the performance of pharmacy department in Sultan Agung Islamic Hospital using Balanced Scorecard from internal business perspective. Methods: Object of the study is the Sultan Agung Islamic Hospital installation of pharmacy. This research is a descriptive observational study. Data were obtained prospectively and then categorized and grouped as quantitative and qualitative data. Qualitative data were gathered from in depth interview with head of pharmacy department Sultan Agung Islamic Hospital. Quantitative data were gathered from direct observation on drugs prescription surveys.Result : Performance perspective on internal business process include: a. Level of availability of drugs in pharmacy department Sultan Agung Islamic Hospital is good with average 98%, b. Level of outpatients admittance in installation of pharmacy Sultan Agung Islamic hospital indicated the average of 66%, it means that installation of pharmacy have lost customers for outpatients as much as 34%.Conclusion: Performance in pharmacy installation of Sultan Agung Islamic Hospital is not in a good criteria, therefore improvement is needed.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Fungsi Kognitif pada Pasien Prolanis Klinik Pratama Arjuna Semarang Riasari, Naili Sofi; Djannah, Durrotul; Wirastuti, Ken; Silviana, Meyvita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3345

Abstract

Penurunan fungsi kognitif biasanya terjadi pada orang lanjut usia (lansia). Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain: jenis kelamin, usia, pendidikan, faktor kesehatan, depresi dan indeks massa tubuh. Sekitar 55 juta orang di dunia menderita demensia, 60% tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Karena proporsi lansia dalam populasi meningkat di hampir setiap negara, jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat. Klinik Pratama Arjuna terletak di Kota Semarang dengan pasien prolanis sebagian besar berusia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit yang menjadi faktor risiko demensia. Deteksi dini terhadap demensia perlu dilakukan, supaya dapat diupayakan penanganan awal yang tepat. Menganalisis sejumlah faktor yang berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif pada pasien prolanis Klinik Pratama Arjuna. Penelitian analitik observasional, sampel diambil secara acak. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskriptif univariat, analisis bivariat chi square dilanjutkan multivariat regresi logistik. Didapatkan 41 pasien yang diperiksa fungsi kognitifnya menggunakan tools MoCA-INA. Hasil analisis deskriptif menunjukkan pasien yang mengalami gangguan fungsi kognitif (skor ?26) sebesar 53,7%. Frekuensi pasien yang mengalami gangguan pada masing-masing domain kognitif yaitu: visuospasial 28 orang (68,3%), memori 25 orang (61,0%), eksekutif 23 orang (56,1%), atensi 18 orang (43,9%), bahasa 16 orang (39,0%), abstraksi 12 orang (29,3%), naming 5 orang (12,2%), orientasi 4 orang (9,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan jenis kelamin dan pendidikan berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif (p<0,05). Usia, obesitas, hipertensi, Diabetes Mellitus (DM) tidak berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif. Hasil analisis multivariat menunjukkan pendidikan merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif (p<0,05, OR 2,583 (CI 95% 1,659-4,023).
ANALISIS KINERJA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD pada PERSPEKTIF PEMBELAJARAN dan PERTUMBUHAN Santoso, Arifin; Sulistyaningrum, Indriyati Hadi; Wirastuti, Ken; Jawawi, Dalhar
Media Farmasi Indonesia Vol. 12 No. 2 (2017): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.034 KB)

Abstract

ABSTRAKRS Islam Sultan Agung merupakan Rumah Sakit Umum tipe B, mempunyai instalasi farmasi yang bertanggung jawab atas pelayanan farmasi dan pengelolaan obat. Pengukuran kinerja menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menawarkan solusi pengukuran kinerja yang lebih menyeluruh dan komprehensif dalam suatu organisasi publik salah satuya Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Sultan Agung dengan menggunakan pengukuran Balanced Scorecard ditinjau dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Penelitian ini bersifat non eksperimental. Data yang diperoleh yaitudata kuantitatif berdasarkan hasil kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen dan rasa nyaman dalam bekerja menghasilkan semangat kerja lebih tinggi dan membuahkan hasil kerja yang memuaskan. Hasil Human Capital IFRS Islam Sultan Agung memperlihatkan tingkat karyawan yang memiliki semangat kerja sangat tinggi sebanyak 43,18% (19 orang), semangat kerja tinggi sebanyak 43,18% (19 orang) dan semangat kerja cukup tinggi sebanyak 13,64% (6 orang), hasil produktivitas langsung termasuk tinggi dengan persentase 70%. HumanCapital di IFRS Islam Sultan Agung termasuk dalam kriteria baik pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
Edukasi Proper Body Mechanics Untuk Mengurangi Nyeri Pinggang Rosdiana, Ika; Wirastuti, Ken
Indonesian Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2024): May 2024
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.6.1.16-23

Abstract

Back pain is a medical condition that has the potential to cause disability. The 2020 Global Burden of Disease, Injury and Risk Factors study, the number of people affected by low back pain reached 619 million globally, with a projection of reaching 843 million cases in 2050. The YLD Years Lived with Disability rate based on global age standards in 2020 reached 832 per 100,000, thus there has been an increase in the number of low back pain sufferers in each time period. Improper use of body mechanics when carrying out various activities can cause mechanical lower back pain. Proper Body Mechanics is a preventive way to maintain alignment, balance and back posture when carrying out activities. The Roland-Morris Disability Questionnaire (RMDQ) is one of the most widely used instruments to measure self-reported disability in patients with low back pain. RMDQ is an instrument to assess what percentage of clinical improvement over time is assessed based on serial analysis of scores. The aim of this PKW is to provide education about the importance of proper body mechanics for patients with low back pain in reducing pain and reducing recurrence. The method for implementing this PKW is to provide education about the importance of proper body mechanics to participants who experience back pain. Participants carry out proper body mechanics for 3 months. Before and after carrying out proper body mechanics, interviews were conducted using RMDQ. The results of this education showed that data from 22 participants showed that there had been an increase in function of 85.44% and a decrease in the level of disability from the RMDQ score. This provides evidence of the effectiveness of proper body mechanics in reducing low back pain
Penyuluhan Penyakit Parkinson dan Skrining Frailty pada Penderita Parkinson di RSI Sultan Agung Semarang Wirastuti, Ken; Rosdiana, Ika; Nugraha, Mahardika Adhitya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.109-117

Abstract

Penyakit Parkinson merupakan kondisi neurodegeneratif yang progresif dan sering ditemukan pada populasi usia lanjut. Penyakit ini disertai dengan gejala motorik dan non-motorik yang dapat meningkatkan kerentanan pasien terhadap keadaan frailty. Frailty sendiri merupakan sindrom geriatrik yang ditandai dengan penurunan fungsi fisiologis secara umum, yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi seperti jatuh, disabilitas, dan mortalitas. Hubungan antara penyakit Parkinson dan frailty belum sepenuhnya dieksplorasi, terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarganya mengenai penyakit Parkinson, serta melakukan skrining tingkat frailty melalui penggunaan kuesioner RAPUH. Kegiatan dilakukan di RSI Sultan Agung Semarang, meliputi penyuluhan, pengukuran pengetahuan melalui pretest dan posttest, penilaian stadium Parkinson berdasarkan metode Hoehn dan Yahr, serta penilaian frailty pada 59 pasien rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia antara 61 hingga 80 tahun, dengan dominasi jenis kelamin laki-laki. Selain itu, lebih dari 49,15% peserta berada dalam kondisi pre-frailty, sementara 40,68% masuk kategori frailty. Terjadi peningkatan yang bermakna pada skor pengetahuan pasien setelah diberikan penyuluhan. Temuan ini menegaskan pentingnya melakukan skrining frailty secara dini pada pasien Parkinson, mengingat korelasi yang erat antara tingkat keparahan gejala dan derajat frailty yang dialami pasien. Integrasi penilaian frailty dalam manajemen klinik Parkinson, serta edukasi berkelanjutan kepada pasien dan keluarga, diharapkan dapat memperlambat progresi penyakit, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi beban perawatan jangka panjang.Parkinson's disease is a progressive neurodegenerative condition commonly found in the elderly population. It is accompanied by motor and non-motor symptoms that increase patients' vulnerability to frailty. Frailty itself is a geriatric syndrome characterized by a general decline in physiological function, potentially increasing the risk of complications such as falls, disability, and mortality. The relationship between Parkinson’s disease and frailty has not been fully explored, especially in Indonesia. This study aimed to enhance patients’ and their families’ understanding of Parkinson’s disease and to conduct frailty screening using the frailty questionnaire. The activities were carried out at RSI Sultan Agung Semarang and included educational sessions, assessment of knowledge through pre- and post-tests, staging of Parkinson’s disease using the Hoehn and Yahr method, and frailty assessment among 59 outpatient participants. The results showed that the majority of participants were aged between 61 and 80 years, with a predominance of male patients. Additionally, more than 49.15% of participants were classified as pre-frail, while 40.68% were categorized as frail. A significant improvement in patients’ knowledge scores was observed after the educational intervention. These findings highlight the importance of early frailty screening in Parkinson’s patients, considering the strong correlation between symptom severity and the degree of frailty experienced. Integrating frailty assessment into the clinical management of Parkinson’s disease, along with continuous education for patients and their families, is expected to slow disease progression, improve quality of life, and reduce the long-term burden of care.
Perbandingan Efikasi Karbamazepin, Gabapentin Dan Amitriptilin Terhadap Nyeri Pada Penderita Polineuropati Diabetik Wirastuti, Ken; Sari, Amalia Nirma; Dewi, Dwi Arditi; Setyaningrum, Widya Ayu; Hussaana, Atina
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.205-210.2023

Abstract

Perbedaan mekanisme kerja obat Karbamazepin, Gabapentin, dan Amitriptilin dapat mempengaruhi efektivitasnya dalam mengurangi nyeri pada polineuropati diabetik. Untuk membantu pemilihan terapi yang paling tepat untuk mengelola nyeri tersebut, maka perlu dilakukan penelitian ini.  Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan  rancangan pretest-posttest group design.  Pengukuran respon nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan dengan Gabapentin, Carbamazepine, dan Amitriptyline. Perbedaan respon nyeri sebelum-sesudah dan antar perlakuan dianalisis dengan uji Mann-Whitney dan uji T-independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga obat tersebut  efektif dalam mengurangi respon nyeri pada pasien polineuropati diabetik, namun Amitriptyline lebih efektif pada pasien nyeri ringan sampai sedang dibandingkan dengan Gabapentin. Temuan ini memberikan informasi berharga bagi penyedia layanan kesehatan dalam memilih pengobatan yang paling efektif untuk pasien dengan nyeri polineuropati diabetik.
Pendampingan Kader Kesehatan dengan Intervensi Penyuluhan Peduli Cegah Kenali dan Atasi Stroke (Cekatan Stroke) Kelurahan Banjardowo Kecamatan Genuk Kota Semarang Wirastuti, Ken; Sofi, Naili; Rosdiana, Ika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 3, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.3.1.6-12

Abstract

Stroke merupakan kegawatan neurologi yang merupakan penyebab kematian ke dua di Indonesia, di samping penyebab disabilitas pertama. Meskipun telah dapat menekan morbilitas namun insiden stroke masih tinggi bahkan semakin meningkat. Oleh karena itu dipandang penting upaya preventif terutama di tingkat masyarakat sendiri. Kegiatan ini adalah upaya nyata dalam upaya preventif stroke yang dilakukan oleh mayarakat dan untuk mayarakat, berupa intervensi penyuluhan peduli untuk cegah kenali dan atasi stroke (CEKATAN STROKE kepada kader kesehatan di kelurahan Banjawdowo kecamatan Genuk kota Semarang. Diharapkan dengan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan sikap para kader kesehatan akan diteruskan dengan diseminasi apa yang sudah didapat kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya sehingga insiden dan kejadian berulang stroke dapat diturunkan. Penyuluhan dilakukan dengan metode berbasis kelompok secara komprehensif oleh pemateri multidisiplin meliputi spesialis saraf, spesialis gizi klinik, spesialis rehabilitasi medis, dan juga mengikutsertakan mahasiswa kedokteran FK UNISSULA. Kegiatan dilakukan secara terukur dan perubahan pengetahuan dan sikap terhadap stroke. Kegiatan telah dilakukan bulan Maret 2022 dengan peserta 25 orang kader kesehatan. Hasil kegiatan: 25 orang kader kesehatan kelurahan Banjardowo mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini. Selain mendapat penyuluhan, dilatih melakukan skrining risiko stroke menggunakan Kartu Skrining Risiko Stroke. Pada kesempatan ini juga dibagikan buku saku untuk awam mengenai stroke. Hasil post test: nilai terendah 6 dan tertinggi 10, nilai rata-rata 9,56. Kesimpulan: kegiatan penyuluhan CEKATAN STROKE memberikan hasil yang baik, dengan nilai rata-rata 9,56.Stroke is a neurological emergency which is the second cause of death in Indonesia, in addition to the first cause of disability. Although it has been able to suppress morbidity, the incidence of stroke is still high and even increasing. Therefore, it is considered important preventive efforts, especially at the community level itself. This activity is a real effort in stroke prevention efforts carried out by the community and for the community, in the form of a caring counseling intervention to prevent recognizing and dealing with stroke (CEKATAN STROKE to health cadres in Banjawdowo sub-district, Genuk sub-district, Semarang city. It is hoped that by increasing the knowledge, understanding and attitudes of the health cadres will continue to disseminate what has been obtained to the community around where they live so that the incidence and recurrence of stroke can be reduced. Counseling is carried out using a comprehensive group-based method by multidisciplinary speakers including neurologists, clinical nutrition specialists, medical rehabilitation specialists, and includes medical students from FK. UNISSULA. Activities are carried out in a measurable manner and change knowledge and attitudes towards stroke. The activity was carried out in March 2022 with 25 health cadres as participants. The results of the activity: 25 Banjardowo village health cadres participated in this community service activity. In addition to receiving counseling, they are trained to screen stroke risk using the Stroke Risk Screening Card. On this occasion, pocket books were also distributed for lay people about stroke. Post test results: the lowest score is 6 and the highest is 10, the average value is 9.56. Conclusion: the CEKATAN STROKE extension activity gave good results, with an average value of 9.56.