Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih menjadi isu yang mengkhawatirkan, dengan tren peningkatan jumlah kejadian dari tahun ke tahun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan berbagai bentuk kekerasan yang dialami anak-anak di Kabupaten Ponorogo serta menganalisis dampaknya terhadap aspek psikologis mereka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, sedangkan analisis data dilakukan melalui teknik analisis tematik. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kekerasan terhadap anak di Ponorogo merupakan fenomena kompleks yang meliputi kekerasan fisik, emosional, dan seksual. Berbagai bentuk kekerasan tersebut berdampak serius terhadap perkembangan psikologis anak, antara lain munculnya gangguan emosi, perilaku, dan fungsi kognitif. Selain itu, kekerasan juga berimplikasi pada penurunan kesejahteraan psikologis, seperti timbulnya rasa cemas, depresi, gejala stres pascatrauma, hingga kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri. Oleh karenanya, dibutuhkan upaya untuk mencegah dan intervensi yang komprehensif serta terintegrasi untuk melindungi anak dari dampak negatif kekerasan.
Copyrights © 2026