Kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aspek psikologis yang sering kali belum mendapatkan perhatian memadai dalam penelitian sebelumnya. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kepatuhan sebagian wajib pajak yang tidak hanya disebabkan oleh persoalan administratif, tetapi juga oleh persepsi, pengetahuan, pengalaman layanan, kondisi emosional, dan tingkat trust terhadap pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana faktor psikologis membentuk perilaku kepatuhan wajib pajak dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, serta observasi untuk memperkuat interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mengenai manfaat pajak, pengalaman positif terhadap layanan online, pengetahuan yang memadai, dan pengaruh sosial berkontribusi pada kepatuhan yang stabil, sementara pengalaman layanan yang buruk, stres finansial, dan rendahnya trust dapat menurunkan motivasi dan menyebabkan kepatuhan yang fluktuatif atau reaktif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis perilaku dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Copyrights © 2026