Perubahan karakteristik kepemimpinan pada Generasi Z menuntut pendekatan kepemimpinan yang lebih relasional, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan, khususnya dalam konteks organisasi mahasiswa. Salah satu model kepemimpinan yang relevan dengan karakteristik tersebut adalah servant leadership. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil servant leadership pada pengurus organisasi mahasiswa Generasi Z melalui pendekatan self-assessment. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik sampel jenuh, melibatkan 44 pengurus aktif organisasi mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner servant leadership yang mencakup delapan indikator, yaitu altruisme, emotional healing, kebijaksanaan (wisdom), persuasive mapping, pengelolaan organisasi, kerendahan hati (humility), visi, dan orientasi pelayanan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase dan pemaknaan kategoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat servant leadership pengurus organisasi mahasiswa berada pada kategori relatif tinggi. Indikator yang bersifat relasional dan emosional, khususnya emotional healing dan altruisme, memperoleh skor tertinggi. Sebaliknya, indikator yang bersifat strategis dan berorientasi masa depan, seperti visi dan persuasive mapping, menunjukkan skor yang relatif lebih rendah.Temuan ini mengindikasikan bahwa pengurus organisasi mahasiswa Generasi Z telah menginternalisasi nilai-nilai pelayanan, empati, dan kepedulian interpersonal, namun masih memerlukan penguatan pada aspek kepemimpinan strategis dan visioner. Penelitian ini menegaskan relevansi teori servant leadership Greenleaf dalam konteks organisasi mahasiswa serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan program kepemimpinan di perguruan tinggi yang menyeimbangkan nilai-nilai pelayanan dengan kompetensi strategis.
Copyrights © 2026