Kemampuan literasi dan numerasi merupakan fondasi utama pembelajaran abad ke-21 yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Namun, hasil PISA 2022 (OECD, 2023) menunjukkan bahwa capaian literasi dan numerasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD. Kondisi ini lebih nyata di wilayah pedesaan seperti Kabupaten OKU Timur, di mana keterbatasan sumber belajar, minimnya inovasi pembelajaran, serta kurangnya pendekatan kontekstual menyebabkan rendahnya minat anak dalam membaca dan berhitung. Kearifan lokal, yang mencakup permainan tradisional, simbol budaya, dan cerita rakyat, memiliki potensi besar sebagai sarana edukatif untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi sekaligus menumbuhkan kesadaran budaya. Berdasarkan pemikiran tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mengintegrasikan unsur budaya lokal Desa Nirwana ke dalam aktivitas pembelajaran literasi dan numerasi. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan kontekstual melalui kegiatan membaca, menulis, berhitung, serta permainan edukatif berbasis budaya lokal. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dasar anak sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Dengan mengaitkan pembelajaran pada konteks kehidupan sehari-hari dan warisan budaya lokal, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar, memperkuat keterampilan berpikir kritis, serta memperluas pemahaman anak terhadap makna literasi dan numerasi dalam kehidupan nyata.
Copyrights © 2026