Pemakaian media sosial, terutama TikTok, telah melahirkan perkembangan baru dalam cara bahasa digunakan dan dimaknai dalam komunikasi digital. Bahasa yang beredar di TikTok cenderung bersifat santai, ekspresif, serta sangat bergantung pada konteks, sehingga mendorong terjadinya perubahan makna pada kosakata yang digunakan secara berulang. Penelitian ini berangkat dari persoalan mengenai bentuk serta arah perubahan makna bahasa di TikTok sebagaimana telah dibahas dalam berbagai penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah memetakan dan mengklasifikasikan pola perubahan makna bahasa di TikTok melalui telaah literatur semantik. Metode yang digunakan berupa penelitian kepustakaan dengan memanfaatkan artikel jurnal ilmiah yang mengkaji perubahan makna, bahasa gaul, dan semantik dalam ranah media sosial sebagai sumber data. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengorganisasi temuan berdasarkan jenis perubahan makna. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penggunaan bahasa di TikTok mengalami pergeseran dari makna leksikal menuju makna pragmatik, kontekstual, dan metaforis, baik pada kosakata bahasa Indonesia maupun kosakata serapan. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh konteks komunikasi digital, unsur multimodal, praktik bahasa gaul, serta proses penerimaan bersama di kalangan pengguna. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan pola umum perubahan makna bahasa di TikTok berdasarkan sintesis kajian terdahulu, yang memperkaya kerangka teoretis semantik dalam memahami percepatan inovasi makna bahasa di ruang komunikasi digital tanpa mengandalkan data empiris lapangan.
Copyrights © 2026