Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Konsentrasi Letal 50% (LC50) limbah tahu pada ikan nila (Oreochromis niloticus) dan menganalisis hubungan antara parameter kualitas air dan mortalitas ikan. Pengujian toksisitas akut dilakukan selama 96 jam menggunakan metode uji peremajaan dengan ikan nila sebagai organisme uji. Percobaan terdiri dari beberapa konsentrasi limbah tahu, dan larutan uji diperbarui setiap 24 jam. Data mortalitas dicatat dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Minitab untuk menentukan nilai LC50. Hasil menunjukkan bahwa nilai LC50 96 jam adalah 8,545%, sedangkan nilai Satuan Toksisitas Akut (TUa) adalah 11,70, menunjukkan bahwa limbah tahu menunjukkan toksisitas akut yang tinggi. Analisis kualitas air menunjukkan Kebutuhan Oksigen Biologis (BOD) sebesar 871,62 mg/L, Kebutuhan Oksigen Kimia (COD) sebesar 2.149,66 mg/L, Total Padatan Tersuspensi (TSS) sebesar 947,82 mg/L, pH 4,08, dan konsentrasi amonia 3,81 mg/L, yang semuanya melebihi standar kualitas air yang ditetapkan. Peningkatan konsentrasi air limbah dikaitkan dengan tingkat kematian ikan nila yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa air limbah tahu yang tidak diolah berpotensi menurunkan kualitas air secara signifikan dan menimbulkan risiko serius bagi organisme akuatik, menekankan perlunya pengolahan air limbah yang tepat sebelum dibuang ke lingkungan.
Copyrights © 2026