Pembelajaran pecahan di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya pemahaman konsep siswa akibat pembelajaran yang bersifat abstrak dan kurang kontekstual. Salah satu solusi yang Dditawarkan adalah integrasi pembelajaran matematika dengan bantuan alat peraga berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi etnomatematika melalui alat peraga payet (manik-manik) terhadap pemahaman konsep pecahan siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas IV sekolah dasar yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menerima pembelajaran pecahan berbasis etnomatematika menggunakan alat peraga payet, sedangkan kelas kontrol menerima pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep pecahan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji statistik inferensial, termasuk uji normalitas, uji homogenitas, dan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pemahaman konsep pecahan antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan alat peraga payet berbasis etnomatematika dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, integrasi etnomatematika melalui alat peraga payet terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep pecahan siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026