Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan profesionalisme guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK Negeri 4 Malang) dengan fokus pada dua aspek utama, yaitu tingkat kedisiplinan guru dan kesetaraan dalam akses pelatihan antara guru umum dan guru produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam serta pengumpulan dokumentasi yang melibatkan guru, staf sumber daya manusia, dan siswa sebagai sumber informasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa beberapa guru masih menghadapi tantangan dalam disiplin, terutama terkait dengan keterlambatan masuk kelas, ketidakhadiran tanpa pemberitahuan, serta kurangnya persiapan untuk mengajar. Selain itu, teridentifikasi adanya ketidaksetaraan dalam pelatihan, di mana guru produktif mendapatkan lebih banyak peluang dibandingkan guru umum. Situasi ini mempengaruhi perbedaan dalam kompetensi pedagogis serta kualitas pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan manajemen sumber daya manusia melalui supervisi yang terstruktur, rotasi prioritas pelatihan, dan penyusunan rencana pengembangan pengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan. Temuan ini menyiratkan bahwa profesionalisme guru dapat ditingkatkan secara lebih adil jika sekolah menerapkan kebijakan pelatihan yang merata dan pembinaan disiplin yang berkelanjutan, sehingga kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan bisa berkembang dengan lebih baik.
Copyrights © 2026