Perkembangan era digital telah mengubah cara seniman membangun citra diri di ruang publik, sehingga personal branding menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi interpersonal dalam membentuk personal branding Wak Dolah sebagai seniman lokal Palembang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama Wak Dolah dan dua anggota Teater Wong Gerot, serta dokumentasi visual dan data sekunder dari artikel, arsip, dan media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang konsisten, natural, dan terarah, dengan gaya santai, jenaka, dan hangat, serta penggunaan bahasa Palembang sebagai simbol identitas budaya, menjadi modal penting dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Dimensi βIβ yang spontan dan kreatif serta dimensi βMeβ yang menyesuaikan diri dengan norma sosial membentuk karakter seni Wak Dolah yang autentik dan mudah diterima. Dukungan komunitas teater, interaksi dengan audiens, dan pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram, memperluas jangkauan citra seni Wak Dolah, sehingga personal branding terbentuk melalui proses komunikasi interpersonal yang berkesinambungan dan timbal balik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal merupakan fondasi utama dalam pembentukan personal branding seniman lokal, serta menyarankan agar seniman lain memperhatikan aspek komunikasi dalam membangun citra diri, didukung oleh komunitas seni dan program pelatihan digital branding.
Copyrights © 2026