Era Society 5.0 menuntut destinasi wisata untuk mengintegrasikan teknologi siber dan ruang fisik guna menciptakan layanan yang berpusat pada manusia. Bukit Peramun sebagai pelopor digital forest di Belitung telah memanfaatkan teknologi informasi, namun efektivitas pemasaran digital melalui website resminya perlu dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan keselarasan dengan ekspektasi wisatawan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemasaran digital berbasis website di Bukit Peramun serta mengidentifikasi strategi optimalisasi yang relevan di era Society 5.0. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode Importance-Performance Analysis (IPA) terhadap dimensi kualitas kegunaan, kualitas informasi, dan kualitas interaksi layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website Bukit Peramun berada pada tingkat cukup efektif dengan rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 83,35%. Kekuatan utama website terletak pada kualitas informasi biodata hutan, sementara kelemahan signifikan ditemukan pada kualitas interaksi layanan yang masih bersifat satu arah. Kesimpulannya, website Bukit Peramun telah berhasil menjadi media informasi yang akurat namun belum optimal sebagai platform transaksi dan komunikasi interaktif. Strategi penguatan pada fitur reservasi cerdas dan layanan bantuan langsung sangat diperlukan agar website dapat berfungsi sebagai ekosistem digital yang utuh dan mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal di masa depan.
Copyrights © 2026