Limbah minyak jelantah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering terjadi di kawasan permukiman, termasuk di Kelurahan Menteng. Sebagian besar masyarakat masih membuang minyak jelantah secara langsung tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu Dasawisma melalui pelatihan diversifikasi minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna. Mitra kegiatan adalah kelompok UMKM ibu-ibu Dasawisma di Kelurahan Menteng. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu observasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi program kepada masyarakat, pelatihan teknis pengolahan minyak jelantah, pendampingan produksi, serta evaluasi akhir program. Pelatihan dilakukan menggunakan metode praktik langsung (hands-on training) dengan memanfaatkan alat sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan antara lain sabun cair, lilin aromaterapi, dan produk rumah tangga ramah lingkungan lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 92% peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan minyak jelantah, 84% menyatakan siap melanjutkan produksi secara mandiri, dan 76% menilai kegiatan ini berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi UMKM rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah rumah tangga, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 8 (decent work and economic growth) dan tujuan 12 (responsible consumption and production).
Copyrights © 2026