Perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terletak di jalur ARLINDO, memainkan peran penting dalam dinamika sirkulasi laut regional. Suhu permukaan laut (SPL) merupakan parameter kunci yang memengaruhi metabolisme dan reproduksi organisme laut serta pertumbuhan fitoplankton, tercermin dari konsentrasi klorofil-a. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menghitung rata-rata sebaran SPL di perairan NTT menggunakan data satelit Marine Copernicus yang diolah dengan QGIS. Hasil menunjukkan rata-rata SPL berkisar 27,5–29,5°C, dengan nilai tertinggi pada bulan Maret (30°C) dan terendah pada bulan September (27,5°C), mengindikasikan fenomena upwelling. Analisis musiman memperlihatkan SPL tinggi pada Januari – April (28–31°C) akibat dominasi radiasi matahari dan angin barat lemah, menurun pada Mei – Agustus (26–30°C) karena peningkatan angin timur dan upwelling, serta meningkat kembali pada September – Desember (26–31°C) seiring transisi musim barat. Pola ini konsisten dengan mekanisme fisika oseanografis tropis yang dipengaruhi oleh angin muson, flux panas laut–atmosfer, serta fenomena iklim global seperti ENSO dan Indian Ocean Dipole. Penelitian ini menegaskan bahwa penginderaan jauh merupakan metode efektif untuk memantau SPL secara spasial dan temporal, sekaligus dapat dijadikan indikator kualitas perairan di perairan tropis Indonesia.
Copyrights © 2026