Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Estimasi Stok Biomassa Karbon Mangrove Menggunakan Citra Satelit Sentinel-2A di Teluk Maumere Bagian Barat Vincentius, Angelinus; Parera, Guido Roberto Jerun; Woda, Marianus Raymond Roky
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 7 No 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v7i2.4282

Abstract

Ekosistem mangrove di wilayah pesisir memiliki kemampuan menyimpan karbon dalam jumlah besar pada biomassa tegakan. Teluk Maumere bagian barat di Kabupaten Sikka Provinsi NTT memiliki 2 lokasi sentra mangrove yaitu Magepanda dan Kampung Garam. Ekosistem mangrove perlu dijaga dan dipertahankan karena bernilai ekonomis dan ekologis. Namun cadangan karbon yang saat ini tersimpan pada mangrove tersebut belum diketahui jumlahnya karena tidak adanya data inventarisasi mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi cadangan karbon di atas permukaan pada hutan mangrove di Teluk Maumere bagian barat dengan menggunakan citra Sentinel-2A. Penelitian dimulai bulan Juni 2024 sampai September 2024. Nilai cadangan karbon diperoleh dari persamaan regresi berdasarkan data indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan cadangan karbon aktual berdasarkan persamaan alometrik (above ground biomass). Penentuan titik sampel menggunakan teknik stratified sampling. Jumlah titik sampel sebanyak 16 titik, berupa plot berukuran 10x10 m2. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linear, polinomial, eksponensial, dan uji akurasi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa persamaan regresi polinomial menghasilkan nilai koefisien determinasi (R2) yang paling tinggi yaitu sebesar 0,8574 sehingga dipilih sebagai model penduga atau estimasi stok karbon permukaan. Persamaan regresi polinomial y = -255,61x2 + 494,84x – 154,45 dimana y adalah karbon dan x adalah nilai NDVI. Indeks vegetasi NDVI mempunyai korelasi yang erat dengan cadangan karbon sebesar 85,74% (R² = 0,8574). Luas hamparan mangrove sebesar 100,82 ha. Total cadangan karbon di atas permukaan pada tegakan mangrove di Teluk Maumere bagian barat mencapai 5.860,59 ton C dengan nilai rata-rata sebesar 58,13 ton C/ha.
PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN MANGROVE DAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA MULTI SPEKTRAL DI TALIBURA, KABUPATEN SIKKA Parera, Guido Roberto Jerun; Siregar, Vincentius P.; Agus, Syamsul Bahri
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.57-67

Abstract

Degradasi lahan mangrove menyebabkan perubahan pada garis pantai. Wilayah pesisir Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka merupakan salah satu wilayah yang memiliki ekosistem mangrove. Keberadaan penduduk di wilayah ini, menyebabkan adanya interaksi antara penduduk dengan ekosistem mangrove sehingga terjadinya degradasi pada ekosistem mangrove. Pada wilayah pesisir Kecamatan Talibura, belum ada sama sekali penelitian yang menunjukkan perubahan tutupan lahan mangrove dan garis pantai selama 30 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan mangrove dan garis pantai pada tahun 1990-2019 di Kecamatan Talibura. Tutupan lahan mangrove diperoleh menggunakan metode Supervised Classification dan untuk mengetahui perubahan garis pantai digunakan metode DSAS yang menghitung statistik laju perubahan garis pantai dari data citra landsat perekaman tahun 1990, 2004, dan 2019. Hasil penelitian menunjukkan adanya degradasi mangrove 60,84 ha periode waktu 1990-2004 dan mengalami penambahan 2,43 ha, yang dapat terlihat adanya abrasi di daerah degradasi mangrove dengan nilai tertinggi -487,54 m dan nilai akresi tertinggi 307,45 m di daerah yang masih terjaga ekosistem mangrovenya selama 30 tahun.
PERAN STRATEGIS PENYULUH PERIKANAN DALAM PENERBITAN KARTU ELEKTONIK PAS KECIL DI KABUPATEN SIKKA Nona Lanti, Arlinda; Erfin; Roberto Jerun Parera, Guido
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5476

Abstract

This research aims to examine the important role of fisheries instructors in implementing and optimizing the issuance of these cards in Sikka Regency. The research method used is a qualitative descriptive approach with data collection through in-depth interviews, direct observation and document analysis. The research results show that fisheries instructors have three main roles, namely: (1) socializing the program to fishermen, (2) assisting in the administration process of issuing Small E-Pas cards, (3) increasing the ability of fishermen to utilize karu to access government programs. However, challenges such as limited administrative literacy of fishermen and access to remote areas are still the main obstacles. This research concludes that the success of the program is highly dependent on the active role of fisheries instructors, with the need for additional support from local governments to overcome existing obstacles.
MANGROVE CARBON BIOMASS POTENCY THROUGH SATELLITE IMAGE ANALYSIS IN THE EASTERN AREA OF MAUMERE BAY: POTENSI BIOMASSA KARBON EKOSISTEM MANGROVE MELALUI ANALISIS CITRA SATELIT DI KAWASAN TIMUR TELUK MAUMERE Vincentius, Angelinus; Parera, Guido Roberto Jerun; Woda, Marianus Raymond Roky
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.370-383

Abstract

Mangrove ecosystems can store significant amounts of carbon in their standing biomass. The eastern part of Maumere Bay contains mangrove areas that are important because of their economic and ecological value. The amount of carbon stored in the mangroves is unknown due to the lack of inventory data. The objective of this study is to obtain estimated surface carbon biomass stocks in the mangrove forests in the eastern part of Maumere Bay using Sentinel-2A imagery. The study was conducted from June to September 2024. Carbon stock values ​​were obtained using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) analysis method. Actual carbon stocks in surface biomass were obtained from the allometric equation. A stratified sampling method was applied to determine 18 sample spots, each with a size of 10×10 m2. Data was analyzed using accuracy tests and linear, polynomial, and exponential regression. The results of the regression analysis show that the exponential regression equation has the highest coefficient of determination (R2) value, namely 0.8373, with the highest accuracy. Therefore, the exponential regression equation was accepted as a model for estimating surface carbon stocks. The NDVI vegetation index has a strong correlation with carbon stocks of 83.73% (R2 = 0.8373). The exponential equation is y = 13.637e2.0499x, which reflects natural growth patterns where y is the carbon value and x is the NDVI value. The mangrove area covers 527.93 ha. The total aboveground carbon stock amounts to 29,760.52 tons of carbon, with an average value of 56.34 tons of carbon per hectare.
HUBUNGAN EKOWISATA TERHADAP KONSERVASI MANGROVE (KAJIAN KERAPATAN JENIS MANGROVE DENGAN JUMLAH KUNJUNGAN DI DAERAH PARIWISATA HUTAN MANGROVE WATUBAING) Petrus Da Cunha; Angelinus Vincentius; Guido Roberto Jerun Parera
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mangrove yang ada di hutan mangrove Watubaing, untuk mengetahui jenis nilai kerapatan jenis mangrove di hutan mangrove Watubaing, dan untuk mengetahui jenis hubungan antara kerapatan jenis mangrove dengan jumlah pengunjung di hutan mangrove Watubaing. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Watubaing, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia mulai tanggal 01 Desember 2023 sampai 30 Desember 2023. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jenis mangrove, kerapatan jenis dan jumlah pengunjung setiap jenis mangrove serta hubungan antara kerapatan jenis dengan jumlag pengunjung stiap jenis mangrove. Analisis data yang digunakan adalah kerapatan jenis (Di) menggunakan rumus Bengen (2000) serta Analisis korelasi dan Kriteria hubungan koefisien korelasi menggunakan rumus Misbahuddin dan Hasan (2013). Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis mangrove yang terdapat di Daerah Ekowisata Hutang Mangrove Watubaing sebanyak 4 yaitu Ceriops tagal, Rhizophora, Avicennia marina dan Sonneratia alba, dengan nilai kerapatan jenis (Di) yang diperoleh adalah Ceriops tagal sebesar 128 individu/ha; Rhizophora sebesar 24 individu/ha, Sonneratia alba sebesar 16 individu/ha dan Avicennia marina sebesar 10 individu/ha. Jumlah pengunjung setiap jenis mangrove adalah Ceriops tagal sebanyak 162 orang, Rhizophora sebanyak 80 orang, Sonneratia alba sebanyak 65 orang dan Avicennia marina sebanyak 32 orang. Analisis regresi menunjukan bahwa nilai korelasi antara kerapatan jenis dan jumlah pengunjung setiap jenis bernilai positif dengan kategori Sangat Kuat dengan Nilai Koefisien Determinasi sebesar 0,963 yang berarti bahwa keberadaan kerapatan jenis mangrove sangat berpengaruh terhadap jumlah pengunjung setiap jenis di Hutan Mangrove Watubaing, dimana hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa Nilai F tabel > (lebih besar) F hitung artinya ada pengaruh antara variabel kerapatan jenis mangrove dengan variabel jumlah pengunjung setiap jenis.
Perbandingan Klasifikasi SVM dan Random Forest dalam Memetaan Mangrove Berbasis Piksel Menggunakan Citra Satelit Sentinel-2A di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Guido Roberto Jerun Parera; Vincentius P.Siregar; Syamsul B. Agus
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 2 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove memiliki peranan penting baik secara ekologi maupun secara sosialekonomi. Telah banyak dilakukan penelitian tentang mangrove dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keakuratan pendekatan analisis citra berbasis piksel pada metode klasifikasi Support Vector Machine (SVM) dan Random Forest untuk mengklasifikasikan mangrove dan memperkirakan luas mangrove. Lokasi penelitian berada dikawasan hutan mangrove Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan citra satelit Sentinel-2A. Pengambil data lapangan menggunakan metode Random Sampling dan jumlah data yang dikumpulkan sebanyak 160 titik untuk uji akurasi. Hasil analisis klasifikasi berbasis piksel menunjukkan bahwa SVM memiliki akurasi keseluruhan sebesar 90 % (Kappa = 0.89) dan klasifikasi Random Forest memiliki akurasi keseluruhan sebesar 88 % (Kappa = 0.87). Kemampuan SVM dalam membentuk ruang dimensi cukup efektif dalam mengkelaskan data, selain itu kemempuan SVM dalam mencari hyperplane terbaik dan titik maksimal tiap kelas yang dinilai mampu menghasilkan akurasi tinggi. Hasil estimasi berdasarkan penilaian menunjukkan bahwa SVM yang menggunakan mangrove memiliki luas 234.51 Ha dan menggunakan Random Forest memiliki luas 193.95 Ha. Hubungan tutupan Kanopi dan nilai NDVI tinggi (r = 0,86) dan Koefien Determinasi sebesar r²=0.75 yang berarti tutupan kanopi mangrove berpengaruh terhadap NDVI sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variable lainnya.