Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi petani terhadap pembelian benih jagung hibrida serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi preferensi tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Teknik analisis data yang digunakan meliputi Mean Percentage Score (MPS) untuk menganalisis preferensi petani dan regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani (36,84%) memilih benih jagung hibrida merek NK212, diikuti Bisi 18 sebesar 35,09% dan Bisi 2 sebesar 28,07%. Preferensi tertinggi (69,80%) didasarkan pada faktor ketersediaan benih, sedangkan preferensi terendah (65,00%) didasarkan pada faktor kualitas benih. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas benih, ketersediaan benih, pendidikan, dan luas lahan garapan berpengaruh signifikan terhadap preferensi petani. Semakin tinggi kualitas dan ketersediaan benih serta tingkat pendidikan petani, maka semakin tinggi kecenderungan petani memilih benih jagung hibrida. Sebaliknya, semakin luas lahan garapan, maka kecenderungan memilih benih jagung hibrida semakin rendah.
Copyrights © 2026