Pembelajaran sejarah dalam pendidikan formal masih cenderung bersifat tekstual dan kurang memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, sehingga diperlukan pendekatan alternatif yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi Kota Blitar sebagai laboratorium terbuka pembelajaran sejarah melalui pemanfaatan situs peninggalan sejarah lintas era, mulai dari masa Majapahit hingga era Bung Karno, serta mengkaji relevansinya sebagai destinasi wisata edukasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi lapangan dan dokumentasi terhadap situs-situs sejarah di Kota Blitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran situs sejarah yang berdekatan secara spasial dan berkesinambungan secara kronologis memungkinkan integrasi pembelajaran sejarah berbasis tempat (place-based learning) dengan wisata edukasi berbasis kawasan. Pemanfaatan situs-situs tersebut mampu mendukung pembelajaran sejarah yang kontekstual, reflektif, dan berorientasi pada pengalaman langsung. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Kota Blitar memiliki kapasitas historis dan edukatif yang kuat untuk dikembangkan sebagai model laboratorium terbuka pembelajaran sejarah. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pembelajaran sejarah berbasis kota dan wisata edukasi berkelanjutan. Namun, penelitian ini masih terbatas pada analisis kualitatif observasional dan belum mengukur dampak implementatif terhadap hasil belajar peserta didik.
Copyrights © 2026