Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya efektivitas serangan tim sepak bola melalui sektor sayap pada Tim Citra Bakti Ngada, yang tampak pada akurasi umpan, penetrasi sayap, efektivitas crossing, koordinasi fullback dan winger, serta jumlah peluang yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas implementasi model latihan build-up from flank dalam meningkatkan kualitas serangan melalui sektor sayap. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest design pada 20 pemain aktif yang dipilih secara purposive sampling. Perlakuan diberikan selama 6 sampai 8 minggu dengan frekuensi latihan 2 sampai 3 kali per minggu. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi performa taktis, analisis statistik pertandingan internal, dan dokumentasi video. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan perhitungan rata-rata, persentase peningkatan, dan gain score untuk menilai perubahan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator, yaitu akurasi umpan ke sektor sayap dari 65% menjadi 81%, frekuensi penetrasi sayap dari 6 menjadi 11 kali per pertandingan, efektivitas crossing dari 40% menjadi 62%, koordinasi fullback dan winger dari 60% menjadi 78%, serta jumlah peluang dari sektor sayap dari 4 menjadi 8. Peningkatan tertinggi terjadi pada efektivitas crossing sebesar 22%, yang menunjukkan keberhasilan latihan berbasis situasi permainan. Rata-rata keseluruhan meningkat dari 59,5 menjadi 78,5 dengan selisih 19 poin. Kesimpulannya, model latihan build-up from flank efektif meningkatkan efektivitas serangan tim melalui sektor sayap secara lebih terstruktur, terkoordinasi, dan produktif.
Copyrights © 2026