Indonesia menghadapi beban gizi ganda (double burden of malnutrition) yang signifikan, ditandai dengan kemunculan stunting dan obesitas secara bersamaan, termasuk di Kabupaten Maros. Masalah ini diperburuk oleh rendahnya literasi gizi dan gaya hidup sedenter. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi gizi komprehensif melalui pendekatan contextual learning bagi 22 pengunjung Car Free Day (CFD) Maros. Metode yang digunakan meliputi skrining antropometri, penyuluhan interaktif, serta demonstrasi pangan lokal fungsional (olahan bayam-singkong). Hasil skrining menunjukkan 54,5% peserta mengalami gizi lebih (40,9% obesitas dan 13,6% overweight), 36,4% normal, dan 9,1% gizi kurang. Melalui contextual learning, peserta tidak hanya menerima teori tetapi mampu merefleksikan hambatan harian dalam memilih pangan sehat di lingkungan obesogenik CFD. Kesimpulannya, edukasi interaktif di ruang publik efektif meningkatkan partisipasi masyarakat dan menjadi instrumen strategis untuk intervensi gizi guna memutus rantai malnutrisi di Kabupaten Maros.
Copyrights © 2026