Program tahfidz Al-Qur’an merupakan strategi pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan, tetapi juga pembentukan karakter religius peserta didik. Namun, pelaksanaan tahfidz di sekolah Islam terpadu masih menghadapi tantangan berupa rendahnya motivasi sebagian siswa, inkonsistensi muroja’ah, serta keterbatasan pendampingan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan strategi bimbingan tahfidz dalam membentuk karakter religius siswa di Muslimeen Suksa School, Songkhla, Thailand. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan melibatkan siswa, guru tahfidz, orang tua, dan manajemen sekolah dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas hafalan, konsistensi muroja’ah dan ibadah, serta perkembangan aspek afektif siswa, khususnya kepercayaan diri dan motivasi religius. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan tahfidz berbasis pendekatan partisipatif dan terintegrasi efektif dalam membentuk karakter religius siswa secara holistik dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026