Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang tidak hanya menyajikan materi, tetapi juga mampu mendorong kemandirian belajar siswa. E-Modul Pencemaran Lingkungan telah dikembangkan dan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media sebagai salah satu solusi inovatif. Namun, keberhasilan sebuah media tidak cukup hanya berdasarkan penilaian ahli, melainkan juga harus teruji dari sisi pengguna akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur tingkat kemudahan penggunaan (usability) E-Modul tersebut, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei evaluatif. Data dikumpulkan dari 58 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner System Usability Scale (SUS) standar Bahasa Indonesia untuk mengevaluasi E-Modul, secara daring. Hasil analisis menunjukkan skor rata-rata usability sebesar 60,69. Skor ini mengklasifikasikan E-Modul pada tingkat penerimaan marginal low dengan peringkat "D", yang mengindikasikan pengalaman pengguna yang "Cukup" (OK) namun memiliki kelemahan signifikan. Analisis per item pertanyaan mengungkap bahwa meskipun antarmuka dasarnya dianggap mudah, pengguna masih merasa memerlukan bimbingan dan waktu adaptasi, yang menunjuk pada kesulitan dalam menggunakan fitur-fitur interaktif spesifik. Disimpulkan bahwa E-Modul ini memiliki fondasi fungsional, namun masalah usability yang ada saat ini menjadi penghambat potensial bagi tujuannya untuk memfasilitasi kemandirian belajar. Diperlukan perbaikan yang terfokus pada interaktivitas fitur sebelum produk ini dapat diimplementasikan secara efektif.
Copyrights © 2025