Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Luar Sekolah

KEMANDIRIAN BERWIRAUSAHA PEMUDA PRODUKTIF MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (Studi Kasus Pada Kelompok Usaha Kecimpring Binaan PKBM Ash-Shoddiq Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat)

Neng Nisa A Firdani (Universitas Pendidikan Indonesia)



Article Info

Publish Date
07 Nov 2017

Abstract

Pengangguran di kalangan pemuda produktif sudah menjadi masalah besar di masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini dilatarbelakangi dari pentingnya pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup guna memberikan seseorang bekal pengetahuan, kemampuan fungsional praktis dan perubahan sikap untuk berusaha mandiri. Tujuan penelitian yaitu memperoleh data tentang gambaran kemandirian berwirausaha warga belajar, penerapan strategi 4P dalam program pendidikan kecakapan hidup dan hasil program pendidikan kecakapan hidup terhadap kemandirian berwirausaha warga belajar di PKBM Ash-Shoddiq. Landasan teori penelitian ini yaitu: konsep kemandirian, kewirausahaan, strategi marketing mix (4P), pemuda produktif, pendidikan kecakapan hidup dan pendidikan luar sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah empat partisipan yaitu satu orang penyelenggara, satu orang narasumber dan dua orang warga belajar. Berdasarkan kajian penelitian diperoleh hasil, yakni: 1) Gambaran kemandirian berwirausaha warga belajar program pendidikan kecakapan hidup belum memenuhi kriteria wirausaha yang mandiri secara keseluruhan, 2) Penerapan strategi 4P masih belum maksimal karena terkendala oleh modal dan kualitas dari sumber daya manusia yang masih terkungkung dengan pola lama. 3) Hasil pelaksanaan pembelajaran terhadap peningkatan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yaitu: pertama, peningkatan pengetahuan warga belajar terhadap manajemen kewirausahaan, manajemen keuangan, etika bisnis, teknik pengembangan keterampilan kecimpring dengan 4P. Kedua, munculnya motivasi dari warga belajar untuk melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi. Ketiga, dalam bentuk pengembangan produk

Copyrights © 2017