Studi ini mengkaji bagaimana guru EFL Indonesia mengkonseptualisasikan dan memberlakukan Bahasa Inggris Global (GE) melalui penyelidikan naratif reflektif diri. Karena bahasa Inggris terus berfungsi sebagai lingua franca global, bahasa Inggris bermanifestasi dalam berbagai variasi linguistik, sosial budaya, dan pedagogis. Dalam konteks ini, kerangka kerja Bahasa Inggris Global mempermasalahkan norma-norma penutur asli sambil mempromosikan inklusivitas, keragaman linguistik, dan komunikasi internasional yang efektif. Berdasarkan narasi reflektif dari tiga guru EFL Indonesia dengan pengalaman mengajar yang bervariasi, penelitian ini mengeksplorasi pemahaman, interpretasi, dan respons pedagogis mereka terhadap GE dalam konteks kelas. Analisis tematik mengungkapkan bahwa guru umumnya memiliki pandangan yang menguntungkan tentang GE, terutama dalam kaitannya dengan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik, memvalidasi identitas linguistik, dan mempersiapkan siswa untuk situasi komunikatif yang otentik. Namun demikian, peserta juga melaporkan ketegangan antara mengakomodasi keragaman linguistik dan mempertahankan kejelasan, kriteria penilaian, dan kejelasan instruksional dalam praktik, menunjukkan perlunya bimbingan pedagogis yang lebih eksplisit. Temuan ini menggarisbawahi peran praktik reflektif dalam mendukung keterlibatan guru dengan pergeseran paradigma ELT dan menyoroti pentingnya menanamkan prinsip-prinsip GE dalam pendidikan guru, pengembangan kurikulum, dan reformasi penilaian. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada diskusi yang sedang berlangsung tentang pengajaran bahasa Inggris yang adil dan responsif konteks di lingkungan multibahasa.
Copyrights © 2025